Makam Terduga Pencuri Ayam di Sidetapa Dibongkar, Polisi Lakukan Ekshumasi untuk Ungkap Penyebab Kematian

Francelino Junior • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 17:55 WIB
EKSHUMASI: Suasana ekshumasi di Setra Desa Adat Sidetapa, terkait dengan aksi pengeroyokan yang menimpa KD, warga Desa Sidetapa, Buleleng, yang kepergok mencuri ayam di Desa Juwuk Legi, Tabanan. (Francelino Junior/Radar Buleleng)
EKSHUMASI: Suasana ekshumasi di Setra Desa Adat Sidetapa, terkait dengan aksi pengeroyokan yang menimpa KD, warga Desa Sidetapa, Buleleng, yang kepergok mencuri ayam di Desa Juwuk Legi, Tabanan. (Francelino Junior/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Makam KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, yang tewas usai diduga menjadi korban pengeroyokan di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, dibongkar polisi, Senin (27/7/2026). 

Proses ekshumasi dilakukan untuk kepentingan penyidikan, termasuk memastikan penyebab pasti kematian korban melalui pemeriksaan medis.

Pantauan di lokasi, proses pembongkaran makam dimulai sekitar pukul 12.30 WITA. Tim dari Polres Tabanan bersama tenaga medis RSUP Prof. Ngoerah melakukan penggalian makam untuk mengangkat jenazah sebelum menjalani autopsi.

Proses tersebut menarik perhatian warga. Ratusan masyarakat memadati area pemakaman untuk menyaksikan jalannya ekshumasi, meski lokasi telah dipasang garis polisi guna membatasi akses.

Perbekel Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengatakan pemerintah desa turut mendampingi proses tersebut dengan menugaskan Sekretaris Desa dan Kelian Banjar Dinas Delod Pura.

"Hari ini dilakukan pembongkaran makam. Kami dari pemerintah desa mengutus sekretaris desa dan Kelian Banjar Dinas Delod Pura untuk mendampingi proses tersebut," ujarnya.

Sutama menjelaskan, pemerintah desa juga terus menjalin komunikasi dengan Polsek Baturiti terkait perkembangan penanganan kasus yang menimpa salah satu warganya.

Menurutnya, aparat kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan yang menyebabkan KD meninggal dunia.

Di sisi lain, keluarga korban memastikan akan menempuh jalur hukum. Sepupu KD, Made Parta, mengungkapkan pihak keluarga berencana melaporkan kasus tersebut ke Polres Tabanan agar seluruh pelaku yang terlibat dapat diproses sesuai hukum.

"Kemungkinan besok (Selasa) kami ke Polres Tabanan. Harapan kami, semua pelaku yang melakukan tindakan sekeji itu bisa segera ditangkap dan dihukum," katanya.

Sebelumnya, Polres Tabanan telah menetapkan lima warga Banjar Dinas Jewuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan KD. 

Penyidik masih terus mengembangkan perkara, sementara hasil autopsi melalui proses ekshumasi diharapkan dapat memperjelas penyebab kematian korban sekaligus melengkapi alat bukti dalam penyidikan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
sidetapa ekshumasi pengeroyokan buleleng