Celukan Bawang Disiapkan Jadi Terminal Logistik, Truk dari Ketapang Tak Perlu Lagi Lewat Gilimanuk

Eka Prasetya • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:37 WIB
OPTIMALKAN LAYANAN: Suasana di Pelabuhan Celukan Bawang saat sebuah kapal pesiar berlabuh berdampingan dengan kapal kargo.
OPTIMALKAN LAYANAN: Suasana di Pelabuhan Celukan Bawang saat sebuah kapal pesiar berlabuh berdampingan dengan kapal kargo.

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng bakal dikembangkan sebagai salah satu simpul distribusi logistik Bali. 

Gubernur Bali, Wayan Koster menyebut pengembangan pelabuhan tersebut mulai masuk proses tender dan ditargetkan rampung pada akhir 2027.

Rencana tersebut disampaikan Koster saat membuka Buleleng Festival 2026 di panggung utama Tugu Singa Ambara Raja, Selasa (18/8/2026) malam. 

Salah satu fokus pengembangan Celukan Bawang adalah penyediaan terminal logistik khusus.

Koster mengatakan, terminal tersebut nantinya dapat melayani distribusi barang dari arah Ketapang, Jawa Timur, menuju Bali tanpa seluruh kendaraan logistik harus masuk melalui Pelabuhan Gilimanuk.

"Nanti truk logistik dari Ketapang tidak perlu nyebrang ke Gilimanuk, langsung Celukan Bawang," kata Koster.

Menurut Koster, rencana pengembangan tersebut telah dibahas bersama Menteri Perhubungan. Dia menyebut pembangunan ditargetkan selesai pada akhir 2027.

"Tyang sudah bertemu langsung dengan Pak Menteri Perhubungan, 2027 akhir tahun selesai. Disiapkan terminal logistik khusus di Pelabuhan Celukan Bawang," ujarnya.

Pengembangan Celukan Bawang tersebut menjadi bagian dari rencana Koster untuk memperkuat sistem distribusi logistik melalui jalur laut. 

Setelah Celukan Bawang, pemerintah juga menyiapkan pengembangan fasilitas serupa di sejumlah wilayah pesisir Bali.

Koster menyebut Sangsit, Amed, dan Kusamba masuk dalam rencana pengembangan jaringan tersebut. Dengan konektivitas antar pelabuhan, distribusi barang di Bali diharapkan dapat lebih banyak memanfaatkan jalur laut.

"Setelah itu bangun lagi di Sangsit, Amed, dan Kusamba, keliling Bali," katanya.

Menurut Koster, pengalihan sebagian distribusi logistik ke jalur laut diharapkan dapat mengurangi pergerakan truk bertonase berat di jalan raya. 

Selama ini, kendaraan berat kerap menghadapi berbagai persoalan ketika melintasi jalur darat, mulai dari kemacetan hingga kendala saat melewati tanjakan.

"Jadi tidak perlu truk tonase berat itu mogok, macet, tidak kuat nanjak, bikin masalah lagi. Cukup keliling laut, Pak Menhub sudah setuju," ujar Koster.

Selain mengurangi beban lalu lintas kendaraan berat, pengembangan jaringan pelabuhan tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar wilayah sekaligus mendukung distribusi barang di Bali.

Koster menilai Buleleng memiliki posisi strategis dalam pengembangan jaringan logistik Bali karena berada di sisi utara pulau dan memiliki Pelabuhan Celukan Bawang sebagai salah satu pintu masuk melalui jalur laut. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
wayan koster pelabuhan pelabuhan celukan bawang buleleng festival buleleng