Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Amor ing Acintya. Pencari Bambu di Kintamani Bali Tewas Tertimbun Longsor

D

 

EVAKUASI: Tim  SAR gabungan mengevakuasi jenazah pencari bambu yang tewas tertimbun longsor di Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Bali.
EVAKUASI: Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pencari bambu yang tewas tertimbun longsor di Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Bali.

RadarBuleleng.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali memicu bencana tanah longsor di Banjar Belong, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. 


Advertisement

Musibah itu berujung duka. Lantaran peristiwa tersebut merenggut nyawa seorang warga yang tengah mencari bambu di lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama I Wayan Buda, 53, warga Banjar Peselatan, Desa Suter, Kecamatan Kintamani. Saat kejadian, korban bersama dua rekannya sedang mencari bambu.

Peristiwa berawal saat korban membeli bambu milik warga yang berada di lereng tebing Tukad Suter.

Advertisement

Ia bersama beberapa tenaga kerja sudah bekerja selama tiga minggu untuk menebang bambu-bambu yang dibelinya. Bahkan mereka juga membangun gubuk sederhana untuk istirahat.

Naas pada Jumat sore terjadi hujan lebat yang berujung longsor. Saat itu korban tengah mengikat bambu di dasar tebing. Sementara tenaga kerja lainnya sedang membawa bambu ke truk.

Melihat kejadian tersebut, tenaga angkut bambu yang disewa korban, yakni I Nengah Ratna Antara dan Komang Perkanti langsung berupaya melakukan evakuasi. 

Sayangnya upaya tersebut tak membuahkan hasil. Sehingga mereka melapor kepada polisi yang diteruskan kepada tim SAR.

Informasi musibah tersebut diterima Kantor SAR Denpasar dari BPBD Bangli pada Sabtu (14/2/2026) pukul 10.30 WITA. Begitu laporan masuk, tim SAR langsung diberangkatkan menuju titik longsor.

Proses pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur. Unit K9 dari Polda Bali diterjunkan untuk membantu pelacakan. 

Warga setempat turut melakukan pencarian manual, sementara satu unit excavator milik Dinas Pekerjaan Umum Bangli dikerahkan untuk mempercepat evakuasi material longsor.

Medan yang cukup berat dan timbunan tanah yang tebal sempat menyulitkan proses pencarian. 

Setelah beberapa jam upaya gabungan dilakukan, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.00 WITA di kedalaman kurang lebih dua meter di sisi timur lokasi longsor.

“Korban ditemukan dalam posisi telungkup serta kaki kanan masih terjepit batang kayu, tim SAR gabungan kemudian melakukan evakuasi, selanjutnya dilaksanakan identifikasi dari pihak kepolisian,” jelas Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi dihentikan. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Pemerintah Kecolongan! Videotron Bodong Berhasil Berdiri di Kawasan Wisata Kintamani

Pemerintah Kecolongan! Videotron Bodong Berhasil Berdiri di Kawasan Wisata Kintamani

DPMPTSP Bangli hentikan sementara operasional videotron di Anjungan Penelokan Kintamani karena belum mengantongi izin PBG dan reklame.

Belajar dari Gempa Seririt 1976, Desa Patemon Susun Perdes Penanggulangan Bencana

Belajar dari Gempa Seririt 1976, Desa Patemon Susun Perdes Penanggulangan Bencana

Desa Patemon, Buleleng, menyusun Perdes Penanggulangan Risiko Bencana dengan belajar dari gempa Seririt 1976. Sebanyak 56 relawan disiapkan lengkap dengan SOP, jalur evakuasi, dan titik kumpul warga.

Puncak Kemarau, Buleleng Jadi Salah Satu Daerah Paling Rawan Kebakaran Hutan dan Krisis Air

Puncak Kemarau, Buleleng Jadi Salah Satu Daerah Paling Rawan Kebakaran Hutan dan Krisis Air

Buleleng menghadapi ancaman karhutla dan krisis air di puncak kemarau. Gerokgak mencatat kebakaran 91,52 hektare, sementara Sinabun terdampak krisis air.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer