Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Nasib Tol Gilimanuk–Mengwi Masih Menggantung. Banyak Warga Berdoa Proyek Batal

Juliadi Radar Bali • Rabu, 25 Maret 2026 | 08:31 WIB

 

Desain Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi.
Desain Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi.

RadarBuleleng.id – Rencana pembangunan jalan tol Gilimanuk–Mengwi yang menghubungkan Jembrana hingga Badung kembali menuai sorotan. 

Hingga kini, proyek strategis tersebut belum menunjukkan kejelasan, baik dari Pemprov Bali maupun pemerintah pusat.

Ketidakpastian semakin terasa setelah masa penetapan lokasi (penlok) lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan tol tersebut berakhir pada 25 Februari 2025. Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait perpanjangan penlok tersebut.

Ketua Forum Perbekel Desa Terdampak Tol Gilimanuk–Mengwi, I Nyoman Arnawa, mengaku belum menerima penjelasan langsung dari pihak berwenang.

“Secara langsung belum ada informasi dari pihak resmi,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Di tengah ketidakjelasan tersebut, beredar kabar adanya perubahan rencana proyek, termasuk kemungkinan perubahan segmen jalur tol. 

Baca Juga: Nyepi Tercoreng Konten Viral dan Aksi Kekerasan, PHDI Buleleng Usul Batasi Internet

Bahkan, disebut-sebut salah satu seksi di wilayah Jembrana mengalami perubahan atau dicoret dari rencana awal.

“Informasi yang beredar, ada perubahan di seksi wilayah Jembrana. Tapi itu baru sebatas kabar yang kami ikuti dari media,” jelas Arnawa.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat di wilayah terdampak mulai bersikap lebih santai terhadap kelanjutan proyek tersebut. Bahkan, sebagian warga disebut berharap agar proyek tol batal.

“Warga sekarang sudah tidak mau terlalu pusing. Bahkan banyak yang berdoa agar tol tidak jadi,” ungkapnya.

Meski demikian, Arnawa menegaskan pentingnya kejelasan dari pemerintah terkait kelanjutan proyek tersebut. Menurutnya, jika penlok tidak diperpanjang, maka lahan warga yang sebelumnya terdampak seharusnya dikembalikan seperti semula.

“Kalau penlok tidak dilanjutkan, seharusnya lahan masyarakat dikembalikan. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian,” tegasnya.

Ia juga menyebut, berdasarkan rencana awal, proyek tol ini mencakup wilayah Jembrana, Tabanan, hingga Badung dalam satu rangkaian pembangunan. Namun, jika penlok kembali diperpanjang, maka seluruh tahapan kemungkinan harus dimulai dari awal.

“Kami masih menunggu kejelasan apakah penlok diperpanjang atau tidak,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #penetapan lokasi #penlok #Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi #jembrana #tol #batal #badung #jalan tol