Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kasus Penipuan Properti “Mr Terima Kasih” Sergei Domogatsky Makin Meluas. Kerugian Tembus Puluhan Miliar

Andre Sulla • Jumat, 24 Oktober 2025 | 20:14 WIB

 

Sergei Domogatsky alias Mr. Terima Kasih (kiri) mengaku sebagai korban penculikan. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy (kanan) memastikan polisi akan menindaklanjuti semua laporan.
Sergei Domogatsky alias Mr. Terima Kasih (kiri) mengaku sebagai korban penculikan. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy (kanan) memastikan polisi akan menindaklanjuti semua laporan.

RadarBuleleng.id - Kasus dugaan penipuan investasi properti yang melibatkan influencer asal Rusia, Sergei Domogatsky alias Mr Terima Kasih, terus bergulir dan semakin melebar. 

Setelah sebelumnya sepuluh warga negara asing (WNA) resmi melapor, kini jumlah korban bertambah menjadi 15 orang dari berbagai negara.

Total kerugian yang ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah. Pola penipuannya pun seragam, promosi vila mewah di Bali yang ternyata tak pernah dibangun.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy, mengonfirmasi perkembangan tersebut.

Hingga kemarin (23/10/2025), Ariasandy menyebut ada 15 laporan polisi yang ia terima.

“Ada 15 laporan yang kami terima terkait dugaan penipuan investasi oleh saudara Sergei Domogatsky,” ujarnya.

Menurut Ariasandy, seluruh laporan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Direktorat Siber Polda Bali. Polisi memastikan setiap laporan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami imbau masyarakat dan para investor agar tetap tenang dan melapor melalui jalur resmi bila merasa dirugikan. Jangan mudah terpengaruh opini liar,” tegasnya.

Lima laporan terbaru menambah daftar panjang korban. Salah satunya, Victoria Neyzhmakova Vladimorovna asal Rusia, mengalami kerugian sekitar Rp 8,46 miliar. 

Ada pula Dudaev Chamsuddin dari Prancis yang kehilangan USD 105.000, setelah vila yang sudah dibayar justru dijual ke pihak lain.

Korban lainnya, Varapayeva Khrystsina dari Belarus, melapor karena proyek town house yang dijanjikan tak pernah terwujud dengan kerugian Rp 3,44 miliar. 

Laporan-laporan itu juga menyinggung sejumlah perusahaan yang dikaitkan dengan Mr Terima Kasih, seperti PT Reflection Heavens Penida dan PT Bali Development Group.

“Semua laporan akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur hukum,” tegas Kombes Ariasandy.

Di sisi lain, Sergei Domogatsky melalui unggahan di media sosial membantah keras semua tuduhan. 

Ia menyebut kabar penipuan itu merupakan bagian dari “perang informasi” untuk menjatuhkan reputasinya.

“Ada kelompok yang ingin menghancurkan saya dan memengaruhi klien untuk melapor dengan tuduhan palsu. Ini bohong,” tulis Domogatsky dalam unggahan terbarunya.

Ia juga menuding ada puluhan akun bot yang digunakan untuk menulis komentar negatif tentang dirinya. 

Domogatsky menegaskan, uang para investor digunakan sebagaimana mestinya untuk pembangunan vila dan proyek-proyek masih berjalan.

“Keterlambatan memang ada, seperti proyek besar lain pada umumnya. Tapi ini bukan kejahatan. Kualitas bangunan kami utamakan,” klaimnya.

Ia juga menegaskan tidak pernah berniat melarikan diri atau membawa kabur uang investor.

“Kalau ingin mencuri, tidak mungkin saya bertahan membangun proyek rumit selama tiga tahun,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah WNA melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali sejak Jumat (17/10/2025) hingga Selasa (21/10/2025). Total kerugian yang tercatat mencapai lebih dari Rp 31 miliar.

Para korban mengaku tertarik dengan promosi vila mewah di Nusa Penida, Kintamani, hingga Pecatu, melalui akun Instagram milik Sergei Domogatsky dan sejumlah perusahaan yang diklaim miliknya, seperti PT Reflection Heavens Penida, PT World Class Projects, PT Best Global Solutions, dan PT Bali Development Group.

Setelah tertarik, para korban diarahkan berkomunikasi dengan asisten yang mengurus kontrak dan pembayaran—antara lain Agata Chuguevskaya, Marina Arisova, Margarita, dan Kateryna Ozerianska. 

Transaksi dilakukan lewat mata uang kripto atau melalui transaksi tunai di Moskow.

Namun setelah pembayaran dilakukan, proyek yang dijanjikan tak pernah dimulai, dan komunikasi dengan pihak Domogatski terputus.

Korban pertama, Victoria Vladimorovna, mengaku sudah membayar tunai Rp 8,46 miliar untuk vila di Nusa Penida yang tak kunjung dibangun. 

Korban lain seperti Chamsuddin Dudaev (Prancis), Varapayeva Khrystsina (Belarus), dan Anatol Shymakouski (Belarus) juga kehilangan ratusan ribu dolar karena proyek fiktif.

Kasus serupa dialami Olha Danch (Ukraina) yang rugi Rp 2,4 miliar untuk proyek di Pantai Balian, serta dua investor Rusia, Klimov Viacheslav dan Mikhail Vyacheslavovich Vorobev, yang merugi lebih dari Rp 1,5 miliar.

Investor lain, Artem Borisovich Savateev, menginvestasikan USD 93.000 untuk proyek “Santorini” di Nusa Penida, namun proyek itu tak pernah ada. 

Bahkan Alexey Andreevich Pomortsev sudah membayar USD 248.000 untuk vila nomor 16, tapi lahan yang dijanjikan masih kosong hingga dua tahun kemudian.

Laporan terakhir datang dari Iusupov Shakhzod, warga Rusia yang kehilangan USD 367.000 atau sekitar Rp 6,1 miliar setelah membeli dua vila di Kintamani dan Nusa Penida yang tak kunjung dibangun. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #kripto #Mr Terima Kasih #Laporan #rusia #kintamani #investasi #hukum #Nusa Penida #warga negara asing #penipuan #sergei domogatsky #vila mewah #kerugian #polda bali #vila #properti #influencer #wna #polisi #media sosial