Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendapatan RSUD Buleleng Turun Drastis, DPRD Minta Pelayanan Tetap Maksimal

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯

 

Tampak depan RSUD Buleleng. Rencana Pemkab Buleleng meminjam Rp200 juta untuk pembenahannya, disorot Gerindra Buleleng.
Tampak depan RSUD Buleleng. Rencana Pemkab Buleleng meminjam Rp200 juta untuk pembenahannya, disorot Gerindra Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – RSUD Buleleng menurunkan target pendapatan tahun 2026 menjadi Rp 210 miliar, atau berkurang sekitar Rp 47 miliar dibandingkan target tahun 2025 sebesar Rp 257 miliar. 


Advertisement

Penurunan tersebut langsung menjadi sorotan anggota Komisi IV DPRD Buleleng saat rapat kerja bersama Dinas Kesehatan dan jajaran RSUD Buleleng belum lama ini.

Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Ni Kadek Turkini, menyampaikan kekhawatirannya terhadap turunnya target pendapatan tersebut. 

Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, tren penurunan bisa berdampak pada mutu pelayanan kesehatan masyarakat di rumah sakit milik Pemkab Buleleng itu.

Advertisement

“Kami sudah minta penjelasan dari Pak Dirut RSUD Buleleng mengenai pos-pos mana saja yang menyebabkan penurunan pendapatan. DPRD berharap pelayanan kepada masyarakat tidak ikut menurun, karena ini menyangkut nyawa dan kebutuhan dasar warga,” ujar Turkini.

Turkini juga menyoroti beberapa aspek pelayanan di RSUD Buleleng yang dinilai perlu dibenahi, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebagai pintu utama layanan. 

Ia mendorong manajemen rumah sakit untuk menambah kapasitas ruang ICU, memperbaiki fasilitas, dan melengkapi sarana pendukung lainnya agar semua warga Buleleng bisa terlayani dengan baik.

Advertisement

“Pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan. RSUD adalah rumah harapan bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Buleleng dr. Ketut Suteja Wibawa menjelaskan, penurunan target pendapatan tahun 2026 merupakan hasil evaluasi terhadap realisasi pendapatan tahun berjalan. 

Ia memprediksi target Rp 257 miliar pada tahun 2025 hanya akan tercapai sekitar 90 persen.

Menurutnya, faktor utama penurunan pendapatan disebabkan berkurangnya jumlah pasien rujukan ke RSUD Buleleng.

“Pendapatan rumah sakit sangat bergantung pada jumlah tindakan medis. Saat ini, semakin banyak rumah sakit dan klinik baru berdiri, sehingga rujukan pasien otomatis berkurang,” jelas Suteja.

Meski begitu, Suteja menegaskan pihaknya tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan efisiensi manajemen, agar penurunan target tidak mempengaruhi kepuasan pasien maupun kinerja tenaga medis. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Inspektorat Audit Keuangan Desa Tamblang. Muncul Temuan Rp 500 Juta

Inspektorat Audit Keuangan Desa Tamblang. Muncul Temuan Rp 500 Juta

Inspektorat Buleleng audit pengeloaan keuangan Desa Tamblang 2022-2025. Ketua Komisi II DPRD sebut temuan Rp500 juta, Tipikor Polres mulai periksa saksi.

Bisa Panen 10 Ton di Lahan Kering, DPRD Minta Padi Bridantara Dikembangkan di Buleleng

Bisa Panen 10 Ton di Lahan Kering, DPRD Minta Padi Bridantara Dikembangkan di Buleleng

Padi varietas unggul Bridantara 8 terbukti panen 10,5 ton/ha di lahan kering Gerokgak. Ketua DPRD Buleleng dorong penanaman meluas di Bali utara.

Perkuat Kemitraan dengan Pers, DPRD Buleleng Dorong Komunikasi Publik Transparan dan Responsif

Perkuat Kemitraan dengan Pers, DPRD Buleleng Dorong Komunikasi Publik Transparan dan Responsif

DPRD Buleleng perkuat kemitraan dengan media massa guna tingkatkan kualitas komunikasi publik, keterbukaan informasi, dan layanan digital di Bali utara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer