Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Undiksha Kukuhkan Tiga Guru Besar, Rektor Tekankan Peran Profesor Hadapi Era AI

E
Penulis: Eka Prasetya❯

 

PENGUKUHAN: Rektor Undiksha, Prof. I Wayan Lasmawan melakukan pengukuhan guru besar.
PENGUKUHAN: Rektor Undiksha, Prof. I Wayan Lasmawan melakukan pengukuhan guru besar.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengukuhkan tiga orang guru besar dalam Sidang Terbuka Senat Undiksha, Kamis (15/1/2026). Ketiganya dikukuhkan oleh Rektor Undiksha Prof. I Wayan Lasmawan. 


Advertisement

Adapun para guru besar itu adalah Prof. I Komang Sudarma sebagai Guru Besar bidang Media dan Sumber Belajar Digital, Prof. I Made Sugiarta sebagai Guru Besar bidang Pengembangan Instrumen Pembelajaran Matematika, serta Prof. I Putu Parwata, sebagai Guru Besar bidang Biokimia.

Dalam sambutannya, Prof. Lasmawan menegaskan bahwa pengukuhan guru besar bukan sekadar pencapaian jabatan akademik tertinggi, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral dan intelektual.

“Jabatan guru besar adalah tanggung jawab moral dan intelektual. Para profesor diharapkan menjadi garda terdepan agar Undiksha tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga trendsetter dalam pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Advertisement

Ia menambahkan, jumlah profesor yang terus bertambah bukanlah tujuan akhir, melainkan modal strategis untuk meningkatkan daya saing Undiksha di kancah global. 

Terlebih, di tengah era disrupsi yang ditandai pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), peran guru besar menjadi semakin krusial.

Menurutnya, para profesor memiliki tanggung jawab membimbing generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. 

Advertisement

“Teknologi harus dimanfaatkan untuk kemajuan, namun nilai-nilai kemanusiaan tidak boleh tergantikan oleh mesin,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Undiksha mengusung filosofi Tri Hita Karana melalui konsep Harmoni Pesaja yang berakar pada kearifan lokal Bali. 

“Para guru besar diharapkan menjadi penghubung antara teori dan aplikasi nyata, sehingga ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang akademik, tetapi memberikan dampak langsung bagi kebutuhan masyarakat,” pungkas Prof. Lasmawan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Lewat Forum Hukum Internasional di Beijing, Guru Besar UI Bawa Suara Indonesia

Lewat Forum Hukum Internasional di Beijing, Guru Besar UI Bawa Suara Indonesia

Guru Besar UI Prof. Yetty K. Dewi menjadi satu-satunya pembicara asal Indonesia di Forum Hukum Internasional Beijing. Ia menyuarakan hilirisasi mineral Indonesia dan pentingnya peran negara berkembang dalam tata kelola g

110 Profesor dari Seluruh Indonesia Bertanding di Buleleng. Undiksha Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Tenis ATPI 2026

110 Profesor dari Seluruh Indonesia Bertanding di Buleleng. Undiksha Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Tenis ATPI 2026

Undiksha menjadi tuan rumah Kejuaraan Tenis ATPI 2026 yang diikuti 110 profesor dari 28 perguruan tinggi se-Indonesia. Ajang ini memperkuat jejaring dan kolaborasi akademisi.

Ratusan Atlet Ramaikan Undiksha Badminton Open III. Juara Dapat Beasiswa Kuliah

Ratusan Atlet Ramaikan Undiksha Badminton Open III. Juara Dapat Beasiswa Kuliah

Undiksha Badminton Open III diikuti 323 atlet dari 76 klub. Kampus menyediakan jalur pendidikan tanpa tes dan beasiswa rektor bagi atlet peraih juara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer