Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Musibah di Busungbiu Berdampak ke Sekolah, Disdikpora Buleleng Imbau Pembelajaran Daring

Eka Prasetya • Jumat, 16 Januari 2026 | 18:43 WIB

 

TERTUTUP LUMPUR: TNI, Polri, pemerintah desa, warga sekolah, dan siswa membersihkan lumpur yang menutupi halaman sekolah di SMPN 3 Busungbiu.
TERTUTUP LUMPUR: TNI, Polri, pemerintah desa, warga sekolah, dan siswa membersihkan lumpur yang menutupi halaman sekolah di SMPN 3 Busungbiu.

BUSUNGBIU, RadarBuleleng.id - Musibah banjir dan luapan sungai yang melanda wilayah Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali, turut berdampak pada sejumlah fasilitas pendidikan. 

Beberapa sekolah dilaporkan terdampak langsung, baik akibat genangan air maupun terputusnya akses jalan menuju lokasi sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi sekolah terdampak, pada Jumat (16/1/2026).

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SMPN 3 Busungbiu yang terletak di Desa Sepang.

Luapan air dari Tukad Pulukan mengakibatkan area sekolah dipenuhi lumpur dan material sisa banjir. 

Sejumlah ruang sekolah terdampak, sehingga aktivitas belajar mengajar belum dapat berjalan normal.

Kondisi makin diperparah dengan aliran sungai yang semakin dekat dengan ruang kelas yang digunakan untuk aktivitas belajar mengajar. Praktis hal itu mengancam keselamatan siswa.

Melihat kondisi tersebut, Surya Bharata mengimbau pihak sekolah untuk menyesuaikan metode pembelajaran demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

“Saya berharap kepala sekolah bisa mengatur proses pembelajaran, menyesuaikan dengan kondisi cuaca. Kalau memang cuacanya ekstrem, bisa dipertimbangkan untuk belajar daring. Supaya keselamatan anak-anak tetap terjamin, karena jarak antara kelas dengan sungai sudah cukup dekat,” kata Surya Bharata.

Selain SMPN 3 Busungbiu, Disdikpora Buleleng juga memantau kondisi SDN 4 Pucaksari yang sebelumnya terdampak putusnya akses jalan akibat abrasi sungai. 

Sekolah tersebut sempat terisolasi karena jalur utama menuju lokasi tidak bisa dilalui.

Meski demikian, Surya Bharata menyebut penanganan darurat telah dilakukan oleh pihak terkait, sehingga aktivitas pembelajaran di SDN 4 Pucaksari masih dapat berlangsung.

“Tapi sudah ada penanganan dari pihak terkait dan astungkara pembelajaran bisa dilaksanakan. Namun kami imbau tetap memperhatikan kondisi cuaca,” tegasnya.

Disdikpora Buleleng memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, serta instansi teknis untuk memantau perkembangan cuaca dan kondisi infrastruktur sekolah. 

Langkah antisipasi akan disesuaikan dengan situasi di lapangan agar keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas utama. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #lumpur #busungbiu #belajar #sungai #SDN 4 Pucaksari #air #sepang #Tukad Pulukan #pendidikan #SMPN 3 Busungbiu #sekolah #Disdikpora #banjir #buleleng #kelas