Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Wujud Rasa Syukur, Krama Subak di Buleleng Gelar Tradisi Bukakak. Sudah Diakui jadi Warisan Budaya

Eka Prasetya • Minggu, 13 April 2025 | 22:50 WIB

 

NGUSABA: Tradisi ngusaba bukakak yang dilakukan krama Subak Sangsit Dangih Yeh, Buleleng.
NGUSABA: Tradisi ngusaba bukakak yang dilakukan krama Subak Sangsit Dangih Yeh, Buleleng.

SAWAN, RadarBuleleng.id - Buleleng menyimpan berbagai tradisi yang unik. Salah satunya adalah tradisi ngusaba bukakak.

Tradisi ini dilangsungkan oleh masyarakat adat di Subak Sangsit Dangih Yeh, Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Pelaksanaan tradisi ngusaba bukakak merupakan wujud nyata rasa syukur krama subak atas hasil panen yang telah mereka terima.

Tahun ini, tradisi tersebut tersebut digelar pada Minggu (13/4/2025). Tradisi dipusatkan di Pura Subak Sangsit Dangin Yeh yang terletak di Jalan Raya Singaraja-Amlapura, Desa Giri Emas.

Ketua Panitia Karya Ngusaba Bukakak, Wayan Sunarsa menjelaskan, bukakak merupakan personifikasi dari burung garuda. Perlambang itu dibuat dari daun enau dan dihiasi bunga kembang sepatu.

Selanjutnya di dalam perlambang diletakkan seekor babi panggang yang diistilahkan lebeng-matah. Atau sebagian matang, sebagian mentah.

Kemudian perlambang itu akan melalui proses pasupati atau upacara di Pura Gunung Sekar yang letaknya tak jauh dari Pura Subak.

Setelah prosesi pasupati, para pengusung bukakak atau pengogog, akan membawa perlambang itu ke pura yang hendak dituju. Tahun ini, bukakak melancaran ke Pura Kaja yang ada di Desa Adat Sangsit Dauh Yeh.

“Bagi kami, bukakak ini merupakan simbol wujud syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi atas hasil pertanian yang berhasil,” ujar Sunarsa.

Tradisi ngusaba bukakak itu hanya terlaksana dua tahun sekali. Tradisi itu sudah berlangsung secara turun temurun yang diwariskan oleh masyarakat setempat.

Bahkan tradisi ngusaba bukakak kini telah diakui sebagai Warisan Budaya tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan.

“Tentu pengakuan WBTB ini sangat kami syukuri. Tapi di sisi lain, kami juga harus terus menjaga kelangsungan dan kesakralan tradisi ini kepada penerus-penerus kami,” demikian Sunarsa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Bukakak #sawan #panen #babi panggang #Giri Emas #ngusaba #subak #wbtb #tradisi #Desa adat #buleleng #Adat #Sangsit