Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Atraksi Fire Dance dari Napi Memukau Penonton, Lapas Singaraja Dapat Bantuan Pembinaan

F
Penulis: Francelino Junior❯

Warga binaan Lapas Singaraja saat menyuguhkan atraksi fire dance dalam IPPAFest 2025. Dampaknya, rumah tahanan di Singaraja itu mendapatkan bantuan pembinaan.
Warga binaan Lapas Singaraja saat menyuguhkan atraksi fire dance dalam IPPAFest 2025. Dampaknya, rumah tahanan di Singaraja itu mendapatkan bantuan pembinaan.

Radarbuleleng.jawapos.com- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja mendapatkan bantuan uang pembinaan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).


Advertisement

Ini terjadi, gara-gara atraksi fire dance yang disuguhkan oleh narapidana di sana, dalam pelaksanaan Indonesia Prison Products and Arts Festival (IPPAFest) 2025 di Jakarta.

Penampilan atraksi tarian api itu dilakukan pada Selasa (22/4) atau hari kedua IPPAFest 2025, membuat para hadirin yang menyaksikan pertunjukan menjadi takjub.

Tentu ini menarik perhatian dari penampilan lainnya dari lapas-lapas yang hadir. Fire dance ini dibawakan oleh Nyoman Ady Destrian, salah satu napi di Lapas Singaraja.

Advertisement

Aksi yang memukau itu, pada penutupan IPPAFest 2025, Lapas Singaraja mendapat bantuan uang pembinaan bagi pendayagunaan warga binaan dalam menghasilkan produk UMKM.

Apresiasi ini diberikan oleh Wakil Menteri Imipas, Silmy Karim didampingi oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi.

”Ini apresiasi kepada seluruh jajaran di Lapas Singaraja, yang dengan senang hati mendukung proses pembinaan warga binaan,” ujar Kepala Lapas Singaraja, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra pada Minggu (27/4).

Advertisement

Dilanjutkannya, penghargaan yang diterima ini merupakan bukti nyata, kalau kerja keras dan komitmen dalam membina warga binaan tidak pernah sia-sia.

Sebab melalui berbagai program pembinaan kemandirian dan kepribadian, kata Gusti Lanang, Lapas Singaraja terus berupaya menciptakan perubahan positif. 

Tujuannya untuk membuka jalan bagi warga binaan, agar saat kembali ke masyarakat, dapat memiliki keterampilan dan semangat baru.

Sehingga tidak mengulangi lagi kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat, hingga harus masuk ke rumah tahanan.

”Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berinovasi dalam mewujudkan pemasyarakatan yang lebih humanis dan produktif,” tandasnya.***

 

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

WNA Lithuania Dideportasi, Diduga Salahgunakan Visa Bisnis untuk Jadi Content Creator di Bali

WNA Lithuania Dideportasi, Diduga Salahgunakan Visa Bisnis untuk Jadi Content Creator di Bali

Imigrasi Ngurah Rai mendeportasi WNA Lithuania berinisial BR karena diduga menyalahgunakan visa bisnis untuk menjadi content creator berbayar dan menjalankan pemasaran digital di Bali.

Tak Hanya Hotel, Imigrasi Singaraja Kini Bidik Kos dan Kontrakan WNA

Tak Hanya Hotel, Imigrasi Singaraja Kini Bidik Kos dan Kontrakan WNA

Imigrasi Singaraja memperluas pengawasan WNA hingga rumah kontrakan dan kos-kosan. Masyarakat diminta aktif melapor untuk mencegah pelanggaran aturan keimigrasian.

Diduga Selewengkan Visa, Tiga WNA Dideportasi dari Bali

Diduga Selewengkan Visa, Tiga WNA Dideportasi dari Bali

Tiga WNA asal India, Singapura, dan Tiongkok dideportasi dari Bali karena diduga menyalahgunakan izin tinggal. Dua di antaranya diduga menjadi instruktur yoga di Buleleng, sementara satu lainnya bekerja di pabrik di Kara

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer