Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Inspiratif, Perajin Gamelan Gunakan Drum Bekas Sebagai Bahan Baku

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Kamis, 29 Februari 2024 - 20:30 WIB

 

BARANG BEKAS: Kerajinan gong yang dibuat dari barang bekas
BARANG BEKAS: Kerajinan gong yang dibuat dari barang bekas

RadarBuleleng.id - Upaya yang dilakukan perajin gamelan satu ini sangat inspiratif. Dia menggunakan drum bekas sebagai bahan baku.

Penggunaan drum bekas menjadi salah satu bukti nyata para perajin melakukan proses daur ulang.

Langkah inspiratif itu dilakukan oleh Nyoman Suwitra, salah seorang perajin gamelan yang ada Dusun Selat, Desa Beringkit, Kecamatan Mengwi, Badung.

Gamelan karya Suwitra laku hingga ke Jembrana dan Buleleng.

Uniknya lagi, bahan baku gamelan bukan terbuat dari logam kuningan. Tapi dibuat drum bekas. Sehingga harganya juga lebih terjangkau.

Suwitra mengungkapkan, ia terinspirasi dari langkah keluarganya. Salah seorang kerabatnya membuat perabot rumah tangga berbahan dasar drum bekas.

Dia pun terinspirasi melakukan hal yang sama. Hanya saja kali ini mengolah drum bekas menjadi gamelan.

Ide itu makin menggebu-gebu. Karena saat itu membuat gamelan perlu modal yang cukup besar.

"Saya mulai berpikir, kenapa tidak coba saja sambil buat gamelan," ujarnya.

Suwitra sekeluarga lantas mencoba untuk merakit lempengan drum bekas hingga menyerupai bagian-bagian gamelan. 

Hingga akhirnya lahir bagian-bagian gamelan seperti gong, kecek, hingga reong, dan bagian-bagian lainnya.

Gamelan dijual dengan harga yang lebih terjangkau dan berhasil menarik minat masyarakat. 

Saat ini usahanya juga sering kedatangan pesanan dari kelompok seni di luar kabupaten.

"Peminatnya bukan cuma pribadi, tapi juga dari kelompok. Sekolah-sekolah TK itu juga pesan gamelannya pakai gamelan besi karena lebih murah," kata Suwitra.

Gamelan yang diproduksinya dibanderol dari harga Rp200 ribu hingga Rp 500 ribu. Sementara instrumen gamelan yang berukuran besar dijual sampai harga Rp1 juta.

Waktu pengerjaannya pun bervariasi tergantung jenis gamelannya. Seperti yang paling mudah yaitu kecek yang bisa selesai dalam waktu dua hari. 

Sementara gamelan jenis gong memerlukan waktu lebih lama, yaitu sampai lima hari. (*)

Editor : Eka Prasetya
#Perajin #drum #daur ulang #gamelan #gong