Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Waspada! Bali Utara Masih Berpotensi Angin Kencang dan Gelombang Pasang. Begini Penjelasan BMKG Bali

Made Dwija Putera • Selasa, 26 Maret 2024 | 01:37 WIB

 

MENDUNG TEBAL: Mendung tebal tampak menggelayut di langit Kota Denpasar pada Minggu (24/3/2024). Meski mendung tebal, namun tidak turun hujan. Fenomena itu diduga akibat dampak cuaca ekstrem.
MENDUNG TEBAL: Mendung tebal tampak menggelayut di langit Kota Denpasar pada Minggu (24/3/2024). Meski mendung tebal, namun tidak turun hujan. Fenomena itu diduga akibat dampak cuaca ekstrem.

RadarBuleleng.id - Wilayah Bali Utara, khususnya Kabupaten Buleleng masih potensial dilanda dengan cuaca ekstrem.

Cuaca ekstrem itu dapat berupa angin yang berhembus kencang dan diikuti dengan gelombang pasang.

Warga pun diminta waspada dengan ancaman cuaca ekstrem itu. Terutama mereka yang tinggal di kawasan pesisir.

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Denpasar pun meminta agar masyarakat selalu waspada dan hati-hati terhadap dampak yang muncul.

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho mengatakan, secara umum cuaca di Bali akan cerah berawan pada pagi hari dan berpotensi hujan ringan hingga sedang. 

Kondisi itu berpotensi terjadi di seluruh wilayah Bali. Baik itu di bagian tengah, utara, timur dan barat. 

Suhu udara diprediksi berkisar antara 23-34 derajat celcius, dengan kelembaban udara berkisar antara 65-95 persen. 

Angin diprediksi akan berhembus dengan kecepatan antara 4-30 kilometer per jam.

Hembusan angin itu dapat mengakibatkan gelombang laut cukup tinggi. Di Perairan Bali Utara, ketinggian gelombang diprediksi mencapai 1 meter.

“Kondisi ini disebabkan oleh labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terjadi di wilayah Bali,” kata Cahyo.

Menurutnya BMKG telah mengeluarkan peringatan dini yakni waspada potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dampak cuaca ekstrem seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. 

“Masyarakat nelayan dan pelaku wisata Bahari mewaspadai potensi tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih. Terutama di perairan selatan Bali,” demikian Cahyo. (*)

Editor : Eka Prasetya
#bali #bmkg #angin kencang #buleleng #cuaca ekstrem #gelombang pasang