Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kompetisi Media Sosial Makin Keras. Begini Strategi Konten Kreator Asal Buleleng Bisa Tetap Bertahan

Marsellus Pampur • Selasa, 16 April 2024 | 01:26 WIB

 

TETAP PRODUKTIF: Konten kreator Puja Astawa saat ditemui di rumahnya.
TETAP PRODUKTIF: Konten kreator Puja Astawa saat ditemui di rumahnya.

RadarBuleleng.id - Media sosial menjadi media baru yang digandrungi oleh berbagai pihak belakangan ini.

Pemanfaatan media sosial terbukti ampuh menjadi ajang untuk meraup pundi-pundi pendapatan. Baik lewat menghasilkan konten maupun berjualan.

Hanya saja persaingan di media sosial semakin kompetitif. Banyak konten kreator baru yang bermunculan.

Salah seorang konten kreator yang masih bertahan adalah Puja Astawa. Pria asal Kelurahan Banyuasri, Buleleng ini masih bertahan sebagai konten kreator hingga kini.

Puja Astawa mengaku dirinya bisa mendapatkan pendapatan dengan mengiklankan produk milik orang lain di media sosial. Hal itu lazim disebut dengan endorse.

Sebenarnya Puja Astawa sudah terjun sebagai konten kreator sejak tahun 2014 silam. Selama 4 tahun dia memproduksi tanpa mendapatkan imbal hasil apapun.

Baru pada 2018 dia mendapatkan cuan dari konten yang diproduksi. Video-videonya yang diunggah di Youtube, Instagram, dan Facebook mulai mendapatkan penonton.

Dari sana dia mendapat endorse dari berbagai produk. Mulai dari brand makanan, elektronik hingga kendaraan bermotor. 

Kini bertahun-tahun berlalu, kompetisi di dunia konten kreator semakin ketat. Konten kreator baru terus bermunculan dengan menawarkan ide-ide baru. 

Puja Astawa pun mengaku tidak khawatir klien-kliennya berpindah kepada konten kreator lain. Menurutnya, salah satu hal yang harus dimiliki oleh seorang influencer adalah kekhasan dalam konten yang dibuat.

"Bagi seorang konten kreator, saya harus terus  tetap berkarya. Ketika stuck berkarya, orang tidak akan melihat kita. Makanya saya tetap terus berkarya dan meng-upload ke media sosial. Kalau dulu dalam konsep komedi, sekarang dalam bentuk karya yang lain," kata Puja Astawa saat ditemui di kediamannya di Kuta Selatan, Badung belum lama ini.

Menurutnya, belakangan ini brand atau pemilik produk yang mempercayai jasanya tak selalu stabil. Ada pasang surut yang dihadapi.

"Brand yang masuk ada pasang surutnya. Tetapi saya bisa membuat diri saya dengan cara saya. Saya tetap di komedi, menciptakan sesuatu yang memotivasi orang lain," ujarnya.

Bertahan di dunia konten untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah menurutnya tak mudah. Sehingga dirinya juga melakukan antisipasi.

Saat ini Puja Astawa juga dikenal sebagai pengusaha. Dia memiliki usaha elektronik hingga usaha fashion.

"Dulu saya sebagai konten kreator dapat penghasilan dari YouTube, Facebook. Sekarang gak. Karena sekarang orang nonton YouTube berkurang. Sedangkan di Facebook saya dianggap meng-upload karya orang lain. Padahal itu karya saya sendiri,” cerita Puja.

Puja mengakui jika sekarang ini sudah ada pergeseran minat masyarakat terkait penggunaan media sosial. 

Dia mencontohkan pengalaman pribadinya dimana konten di youtube atau facebook belakangan ini seperti kurang diminati. 

Namun, Dia tidak patah arang. Dia kini memilih untuk lebih sering mengunggah konten-konten komedinya ke media sosial TikTok dan Instagram.

"Saya lebih memilih membagikan karya saya di Instagram dan di Tiktok. Mungkin rezekinya tidak hanya datang dari on line tapi juga dari off line,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#konten kreator #puja astawa #buleleng #media sosial