RadarBuleleng.id - Karma itu nyata adanya. Warga di Denpasar dan Badung selama beberapa minggu terakhir kesulitan membeli gas LPG 3 kilogram karena langka.
Sempat muncul dugaan bahwa ada aksi penimbunan gas LPG bersubsidi dan pengoplosan gas LPG di Bali, namun ditepis aparat berwajib.
Kini aksi penimbunan dan pengoplosan gas itu muncul ke permukaan. Setelah sebuah gudang di Jalan Cargo Taman, Desa Ubung Kaja, Denpasar, meledak.
Baca Juga: Harga LPG 3 Kilogram Tembus Rp 40 Ribu. Pemerintah Klaim Distribusi Aman
Peristiwa ledakan itu terjadi pada Minggu (9/6/2024) pagi. Ledakan itu terjadi di gudang milik Sukojin.
Gudang itu diduga menjadi lokasi pengoplosan gas LPG 3 kg ke tabung gas ukuran 12 kg dan gas 50 kg.
Saking kerasnya ledakan, membuat gudang pipa pralon PT. Trantas Inti Bangunan ikut terdampak kebakaran.
Peristiwa ledakan itu terjadi pada pukul 06.00, Minggu pagi. Sempat terdengar dentuman beberapa kali, sebelum akhirnya diikuti dengan kebakaran.
Warga di sekitar lokasi kejadian, Siswanto, 44, menuturkan, dirinya tinggal di gudang kaca tak jauh dari lokasi kejadian. Dia mendengar suara dentuman yang diikuti kebakaran hebat di dekat gudang tempat ia bekerja.
Karena panik, Siswanto panik dan bergegas ke gudang gas dikatakan milik bos bernama Sukojin. Di sana, semakin terkejut bahwa balasan pekerja jadi korban luka bakar serius.
"Saya sampai sini para korban (karyawan) terbakar sudah tidak ada di TKP dan sudah dilarikan ke rumah saki,” katanya.
Ia menyebut, para korban dilarikan ke sejumlah rumah sakit. Diantaranya ke RSUD Wangaya, RSU Surya Husada, dan ada yang dirujuk ke RS Prof. Ngoerah Sanglah.
Ia mengenali ada 4 orang pekerja di gudang tersebut yang mengalami luka bakar serius. Diantaranya Katrian, 61, yang kini dirawat di RSUD Wanagaya.
Selain itu ada M Umar Efendy, 33; Edi Herwanto, 40; dan Yoga Wahyu Pratama, 24, yang dirawat di RSU Surya Husada.
Siswanto menyebut tidak tahu pasti apa aktivitas yang ada di dalam gudang. Sebab lokasi gudang yang mengalami ledakan tertutup.
Namun aktivitas di gudang itu cukup mencurigakan. Karena kerap ada mobil pick up yang hilir mudik memuat tabung gas yang keluar masuk gudang.
"Katanya dulu pernah digerebek polisi karena melakukan pengoplosan. Sempat ditutup, tapi katanya beroperasi lagi sembunyi-sembunyi,” ujarnya
Warga lainnya yang mengaku bernama Arya menyebut dirinya mendengar suara ledakan sekitar pukul 06.00 pagi.
Awalnya ia menduga ada alat berat yang meledak. Namun terdengar suara gemuruh dan teriakan minta tolong dari arah gudang.
“Saya tahunya sudah lihat ada 3 orang laki-laki sudah siram airnya pakai air selokan,” kata Arya.
Setelah kebakaran itu, ia mencium bau gas yang sangat menyengat. Karena khawatir kebakaran meluas, ia memilih mengemas barangnya dan segera menjauh.
"Semua warga di sini panik ketakutan. Saya lihat ada korban yang terbakar api, lari telanjang sampai kulit tangannya jatuh di tanah,” sebutnya.
Saksi lainnya, Mulyono, 54, warga Banjar Petakan Gede Desa Ubung Kaja, dibuat kaget dengan suara dentuman. Kebetulan rumahnya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kebakaran.
Setelah mendengar ledakan berulang kali, dia bergegas keluar rumah dan mendapati kepulan asap yang diikuti bola api dari arah gudang LPG.
Dia bergegas menuju gudang dan melihat puluhan pekerja berlarian keluar dari gudang untuk menyelamatkan diri sambil berteriak-teriak tolong tolong karena mengalami luka bakar seluruh tubuh
"Saya mengantar 4 orang ke Sanglah. Korban lainya saya tidak mengetahui dilarikan ke rumah sakit mana," ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya