Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

18 Pekerja Gas Oplosan Tewas, Polresta Bungkam Soal Keterangan Tersangka Sukojin dan Temuan Labfor di TKP

Andre Sulla • Rabu, 3 Juli 2024 | 02:01 WIB
GUDANG GAS OPLOSAN: Gudang gas oplosan di kawasan Cargo Denpasar terbakar dan mengakibatkan 17 orang tewas.
GUDANG GAS OPLOSAN: Gudang gas oplosan di kawasan Cargo Denpasar terbakar dan mengakibatkan 17 orang tewas.

radarbuleleng.id -Kasus kebakaran gudang elpiji CV Bintang Bagus Perkasa, Jalan Cargo Taman I, Denpasar Utara, yang menyebabkan 18 pekerja tewas dengan luka bakar serius, belum ada tersangka baru.

Bahkan, sampai detik ini Polresta Denpasar bungkam ketika ditanya soal pengakuan pemilik gudang gas oplosan, Sukojin. 

Kepala Bidang (Kabid) Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali, Kombes I Nyoman Sukena mengungkapkan proses penyelidikan penyebab ledakan hingga memicu kebakaran gudang LPG di Jalan Taman Cargo I, Denpasar, sudah selesai dilakukan. 

Bahkan hasil penyelidikan dilakukan Labfor sudah diserahkan ke Polresta Denpasar dalam bentuk SK.

Sayangnya, Kombes I Nyoman Sukena enggan merespon ketika disinggung mengenai apakah ada bukti alat oplos yang ditemukan saat olah TKP. 

Ia hanya mengatakan, asal api dan arah ledakan sudah tahu, dan sudah diserahkan ke penyidik, setelah tiga kali lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selama pemeriksaan tersebut, petugas meneliti beberapa sampel barang bukti. Salah satunya, tabung gas 50 kilogram dengan penutup berbentuk katup.

Dikatakan, secara teori Sukena sedikit menjelaskan, tabung yang bocor akan mengeluarkan gas. Lalu, kebocoran memicu ledakan.

Karena ada komposisi tertentu di dalam (semburan kebocoran) gas yang memicu ledakan. 

Jadi, dalam suhu, kepadatan, dan jarak tertentu pasti meledak. "Kasus begini sering terjadi. Kena korek api sedikit, pasti nyembur dan terjadi ledakan," tuturnya sembari menyarankan wartawan agar konfirmasi ke penyidik Polresta menyangkut temuan dari Bid Labfor Polda Bali.

"Kami sudah olah TKP, periksa barang bukti, dan buat berita acara. Penyebab ledakan dan kebakaran sudah tertera di sana. Silahkan konfirmasi ke penyidik," pintanya.

Dikonfirmasi terkait pengakuan Sukojin menyangkut dugaan oplos gas subsidi, dan hasil temuan Labfor tersebut Kasi Humas Polresta Denpasar terkesan bungkam.

Juru bicara Polresta Denpasar mengaku pertanyaan dari wartawan akan disampaikan ke pimpinan dan jawaban akan diberitahukan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kasi Humas belum juga merespon. 

Sementata itu, kelangkaan gas yang terjadi beberapa pekan terakhir menjadi sorotan berbagai kalangan.

Termasuk yang paling getol menyuarakan hal tersebut, anggota DPR RI Nyoman Parta. 

Hasil rapat koordinasi yang digelar politisi kelahiran Gianyar itu dengan pihak terkait, distribusi gas LPG di Bali sudah normal pasca kebakaran gudang gas LPG milik Sukojin di Denpasar pada Minggu, 9 Juni 2024 lalu yang menewaskan 18 orang pekerjanya.

"Pasca ledakan gudang Sukojin dan jeda sementara para pengoplos, gas LPG lancar jaya. Penjualan resmi LPG 12 Kg, 50 Kg pada agen- agen meroket sampai 300 persen," tulis Nyoman Parta, melalui akun media sosialnya, Selasa (2/7).

Politisi PDI Perjuangan ini mengaku telah memantau ketersediaan gas melon di seluruh Bali. Menurutnya, stok gas elpiji 3 kg di warung-warung dan pangkalan sangat melimpah.

"Melalui bantuan para relawan, kami monitor ketersediaan gas melon atau LPG 3 kg di seluruh Bali," tambahnya. 

Di pangkalan maupun di warung-warung, persediaan gas sangat banyak. Bahkan, pangkalan saat ini mengalami kesulitan untuk menghabiskan stok gasnya.

"UMKM berjalan seperti biasa, warung-warung dan lapak kuliner beroperasi, binatu, kandang penggemukan ayam juga menggunakan LPG berjalan dengan baik dan gas lancar," tutup Parta. ***

Editor : Donny Tabelak
#lpg #Oplos Gas Elpiji #polresta denpasar #Sukojin