radarbuleleng.id- Jenazah I Made Dwi Putrayasa, siswa pekerja magang yang meninggal di Jepang tiba di rumah duka Banjar Ketiman Kaja, Desa Manistutu, Kamis (18/7) malam.
Kedatangan jenazah disambut tangis keluarga dan kerabat yang sudah menunggu di rumah duka.
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, Produktifitas dan Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana Putu Agus Arimbawa mengatakan, jenazah tiba di terminal kargo Bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 17.05 WITA.
Penjemputan difasilitasi oleh LPK pengirim tenaga kerja dan Pemerintah Kabupaten Jembrana, serta didampingi BP3MI Bali.
"Kerabat juga datang menjemput di bandara," ujarnya.
Arimbawa yang mendampingi keluarga menjemput jenazah, tiba di rumah duka sekitar pukul 21.40 WITA. Kedatangan jenazah sudah disambut keluarga dan warga sekitar.
"Kedatangan jenazah disambut tangis haru. Karena Dwi yang berangkat untuk bekerja magang, sebagai tulang punggung keluarga justru pulang sudah meninggal," ungkapnya.
Dalam kesempatan penyerahan jenazah pada keluarga, Arimbawa menitipkan salam Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengucapkan bela sungkawa.
Selain itu menekankan imbauan kepada warga agar menggunakan jalur atau prosedur jika ingin berkerja di luar negeri.
"Masyarakat yang ingin berangkat ke luar negeri, baik untuk bekerja magang agar mengikuti prosedur pemberangkatan yang benar," ujarnya.
Karena apabila tidak melalui prosedur yang benar, jika terjadi sesuatu misalnya sakit, kecelakaan kerja hingga mengalami kejadian yang lebih buruk seperti meninggal, akan lebih mudah difasilitasi.
"Kalau berangkat sesuai prosedur, seperti Dwi, maka pihak -pihak terkait akan lebih mudah memfasilitasi segala sesuatunya," ujarnya.
Bahkan bisa dipulangkan lebih cepat, serta semua haknya bisa diberikan sesuai ketentuan sehingga bisa meringankan beban Keluarga yang ditinggalkan.
"Sebaliknya, jika tidak sesuai prosedur maka akan sangat sulit difasilitasi segala sesuatunya," terangnya. Rencananya jenazah Dwi akan diaben besok, Minggu (21/6/7).
Seperti diketahui, I Made Dwi Putrayasa, 35, siswa magang kerja yang meninggal di Jepang.
Warga Banjar Ketiman Kaja, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, meninggal karena kecelakaan dari pikap di tempatnya bekerja di Jepang.
Meskipun masih berstatus siswa pekerja magang, pemerintah kabupaten Jembrana dan pihak penyalur membantu proses pemulangan jenazah, bantuan materi dan asuransi yang akan diberikan kepada keluarga korban.***
Editor : Donny Tabelak