Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

WNA Kendalikan Pabrik Narkoba di Bali, Pj. Gubernur Minta Polisi Hingga Pecalang Perketat Pengawasan

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 29 Juli 2024 | 00:08 WIB

 

LABORATORIUM NARKOBA: Tenda yang digunakan WNA Filipina untuk memproduksi narkoba jenis DMT di wilayah Payangan, Bali.
LABORATORIUM NARKOBA: Tenda yang digunakan WNA Filipina untuk memproduksi narkoba jenis DMT di wilayah Payangan, Bali.

RadarBuleleng.id - Fakta keberadaan pabrik narkoba di Bali, membuat warga tercengang. Hal yang membuat makin geleng-geleng kepala, pabrik narkoba itu dikendalikan oleh Warga Negara Asing (WNA).

Mirisnya, pada tahun ini bukan sekali saja muncul kasus pabrik narkoba di Bali. Tapi sudah dua kali.

Peristiwa pertama terjadi pada awal Mei lalu. Saat itu Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menggerebek sebuah villa di Kuta Utara, Badung, yang jadi pabrik narkoba.

Pabrik tersebut dikendalikan oleh WNA asal Ukraina. Saat negaranya sedang berperang melawan Rusia, mereka justru mengendalikan narkoba di Bali.

Baca Juga: Edan! Negaranya Lagi Perang, WNA Ukraina Malah Buat Pabrik Narkoba di Bali

Pabrik kedua yang terbongkar adalah pabrik di kawasan Payangan, Gianyar. Pabrik tersebut digerebek oleh Badan Narkotika Nasional.

Kali ini pabrik tersebut dikendalikan oleh seorang WNA asal Filipina. Konon pabrik itu disponsori oleh seorang WNA asal Jordania.

Fakta itu membuat Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, angkat bicara. Mahendra mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut.

Pensiunan jenderal polisi itu menyebut bahwa kasus itu menjadi peringatan bagi pemerintah, juga masyarakat.

"Kami tidak bisa bayangkan apabila tidak terungkap berapa orang korbannya nanti yang mengonsumsi narkoba tersebut," kata Mahendra Jaya, kemarin (27/7/2024).

Baca Juga: Buat Laboratorium Narkoba di Bali, WNA Filipina Terancam Hukuman Mati

Ia pun mengajak seluruh pihak ikut mengawasi lingkungan sekitarnya. Mulai dari kepolisian, TNI, hingga perangkat desa adat, khususnya pecalang.

“Kami percaya sama yang datang ke Bali, banyak yang ingin benar-benar berwisata menikmati indahnya budaya Bali. Tetapi juga ada oknum yang bukan berwisata, tapi memanfaatkan itu,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, BNN membongkar sebuah pabrik narkoba yang ada di Kecamatan Payangan.

Seorang WNA asal Filipina menyewa sebuah villa. Selanjutnya ia membangun sebuah tenda di areal perkebunan villa.

Rupanya di sana dia memproduksi narkoba jenis DMT dan Fentanyl. Keduanya merupakan narkoba jenis baru yang belum pernah beredar di Indonesia. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pecalang #narkoba #polisi