Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Gegara Pipa Transmisi Kembali Bocor, Lima Kecamatan di Karangasem Bali Kesulitan Air Bersih

Zulfika Rahman • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 23:54 WIB
Proses perbaikan pipa yang bocor di wilayah Banjar Dinas Ketket, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat,Karangasem, Bali.
Proses perbaikan pipa yang bocor di wilayah Banjar Dinas Ketket, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat,Karangasem, Bali.

AMLAPURA, radarbuleleng.id- Tak henti-henti, pipa transmisi milik UPTD Telaga Waja di Banjar Dinas Ketket, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat kembali mengalami kebocoran.

Praktis kondisi ini mengakibatkan distribusi air ke pelanggan PDAM Tirta Tohlangkir di Lima Kecamatan mengalami kesulitan air bersih.

Lima kecamatan yang terdampak kebocoran tersubut yakni kecamatan Bebandem, Kubu, Manggis, Karangasem dan Kecamatan Abang.

Salah seorang pelanggan PDAM yakni Mutia yang berada di Banjar Dinas Kecicang, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem mengaku, kondisi matinya air PDAM terjadi sejak tiga hari lalu.

Kondisi ini membuat sebagian warga kesulitan dalam beraktivitas.

”Sudah empat hari tidak mengalir. Susah karena tidak ada penampungan,” ujarnya Jumat (30/8).

Ia dan keluarganya terpaksa meminta air kepada tetangga hanya untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak.

Sementara untuk kebutuhan mandi, harus menuju sungai atau menumpang mandi kepada tetangga yang memakai air sumur.

”Kalau malam harus stok air satu sampai dua ember. Mending matinya sehari dua hari ini sudah tiga hari. Tidak tahu sampai kapan,” jelasnya.

Terkait kondisi ini, Humas Perumda Tirta Tohlangkir,  I Gede Dyantara Wangsa mengatakan, terganggungnya distribusi air akibat kebocoran pipa dengan diameter 630 mm milik UPTD Telaga Waja Provinsi Bali yang ada di Desa Duda Timur. ”Saat ini sedang dalam perbaikan,” ujarnya.

Dari hasil koordinasi yang dilakukan Perumda Tirta Tohlangkir dengan pihak UPTD Telaga Waja, estimasi perbaikan memakan waktu selama dua minggu.

Perbaikan pipa tersebut memakan waktu yang cukup lama lantaran lokasinya berada di lembah yang cukup curam. Kondisi ini kata dia, menyulitkan para pekerja untuk melakukan perbaikan.

”Alat gali hanya bisa menggunakan tenaga manual, apalagi ukuran pipa cukup besar,” jelasnya. 

Hingga saat ini, pihaknya tidak mengetahui secara pasti penyebab kebocoran tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan air kepada pelanggan yang terdampak, pihak PDAM Karangasem telah melakukan beberapa upaya dengan mendistribusikan air tangki kepada para pelanggan secara bergilir.

”Kami sudah memberi tahu kepada pelanggan yang terdampak terkait hal tersebut. Jadi kami harap, para pelanggan maklum dengan kondisi itu,” tandas Dyantara. ***

Editor : Donny Tabelak
#pdam #Warga Kesulitan Air Bersih #pipa bocor