TABANAN, radarbuleleng.id - Dua pelajar SMK di Tabanan tewas mengenaskan setelah terlibat kecelakaan di Jalur Denpasar Gilimanuk Senin malam (2/9).
Kedua pelajar yang tewas bernama I Gede Apriadi Wiguna, 15, dan I Ketut Agus Giri Mertayasa, 15. Keduanya meninggal dunia usai terlindas sebuah truk tronton Hino.
Kedua pelajar mengalami kecelakaan lalu lintas tepat di Banjar Dinas Babakan, Desa Selemadeg, Selemadeg, Tabanan.
Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengatakan, awal kecelakaan lalu lintas dengan korban dua pelajar SMK ditangani Polsek Selemadeg. Tapi kini penanganan telah dilimpahkan ke Satlantas Polres Tabanan.
"Kasus kecelakaan ini masih dilakukan penyelidikan. Barang bukti berupa truk telah diamankan. Kemudian sopir truk sudah dilakukan pemeriksaan," ungkap Iptu Berata, Selasa (3/9).
Ia menjelaskan kecelakaan lalu lintas yang dialami kedua pelajar Gede Apriadi dan Agus Giri yang mengendarai sepeda motor Honda Beat bernopol DK 6504 GBD datang dari arah barat menuju arah utara.
Begitu pula dengan kendaraan truk Hino bernopol B 9694 UEU yang dikemudikan oleh Rolis Ripai, 35, datang dari arah yang sama. Namun posisi sepeda motor Honda Beat berada dibelakang kendaraan truk Hino.
Melintas di jalan datar lurus, pengendara sepeda motor Honda Beat Gede Apriadi berbocengan dengan Agus Giri malah membantu mendorong sepeda motor Honda Beat bernopol DK 2135 GBB milik temannya yang mati, karena alami kerusakan. Dengan membantu mendorong menggunakan kaki kiri.
Gede Apriadi dan Agus Giri yang membantu mendorong motor milik temannya. Saat berniat mendahului kendaraan truk, sepeda motor Honda Beat DK 2135 GBB milik temannya berhasil didorong dan berhasil mendahului kendaraan truk.
Sayangnya, kedua korban Agus Apriadi dan Agus Giri malah menyenggol kendaraan truk Hino yang menyebabkan sepeda motornya jatuh ke kiri hingga mengakibatkan kedua pelajar itu terlindas kendaraan truk Hino.
"Agus Apriadi meninggal di lokasi, karena mengalami luka kepala pecah kepala. Sedangkan korban Agus Giri yang dibonceng juga alami luka kepala pecah dan meninggal di lokasi," bebernya.
Hasil penyelidikan dan olah TKP di lapangan diduga kedua pelajar pengendara sepeda motor Honda Beat kurang berhati-hati saat berkendara.
Apalagi mendahului kendaraan tanpa pertimbangan soal arus lalu lintas.
"Korban mendahului truk juga sambil membantu mendorong sepeda motor temannya yang mati. Sehingga kedua korban alami kecelakaan," tandasnya. ***
Editor : Donny Tabelak