Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Terjadi 27 Kasus Kecelakaan Lalu Lintas, 3 Orang Meninggal Dunia di Jalur Tengkorak

Juliadi Radar Bali • Selasa, 29 Oktober 2024 | 01:25 WIB
Kondisi bus pariwisata yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Denpasar-Singaraja tepatnya di Banjar Taman Tanda, Desa, Batunya, Baturiti, Tabanan.
Kondisi bus pariwisata yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Denpasar-Singaraja tepatnya di Banjar Taman Tanda, Desa, Batunya, Baturiti, Tabanan.

radarbuleleng.id - Selama dua pekan operasi zebra agung yang berlangsung dari 14 sampai 27 Oktober lalu. Satlantas Polres Tabanan mencatat terdapat 164 pelanggaran lalu lintas.

Dari ratusan pelanggaran telah diberikan tindakan berupa teguran simpatik hingga diberikan tilang. 

Meski demikian, dari operasi zebra agung selama dua pekan tersebut ternyata di wilayah Hukum Polres Tabanan terdapat 27 kasus angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi.

Dengan rincian tiga orang korban mengalami meninggal dunia dan 30 orang mengalami luka ringan. 

Kapolres Tabanan AKBP Chandra Citra Kesuma mengatakan angka kecelakaan lalu lintas di Tabanan terbilang cukup tinggi, jika melihat dari data selama operasi zebra agung berlangsung.

Karena dari 27 angka kecelakaan lalu lintas tiga korban dilaporkan alami meninggal dunia.  

"Kecelakaan itu masih dominan terjadi di jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk," jelasnya.

Menurutnya, faktor kecelakaan lalu lintas di jalur tengkorak itu disebabkan oleh beberapa hal diantaranya dari data selama operasi zebra agung.

Mulai dari pelanggaran lalu lintas, hingga kondisi faktor manusia yang berkendara tidak dalam kondisi fit dan juga faktor kendaraan. 

"Tapi faktor yang penting itu kecelakaan itu selalu diawali dengan pelanggaran lalu lintas dari pengguna jalan," jelasnya. 

Untuk itu pihaknya mengingatkan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka dalam berlalu lintas.

Terutama pengguna kendaraan roda dua untuk tetap memperhatikan keselamatan mereka. 

"Karena angka kecelakaanlalu lintas tertinggi itu pada kendaraan roda dua di Tabanan," jelasnya. 

Ia menambahkan jika berkaca pada data kecelakaan saat ini, tahun 2024 angka kecelakaan naik 20 persen dibandingkan dengan tahun 2023 lalu.

Tahun 2023 lalu mencapai 223 kasus kecelakaan. Kemudian tahun 2024 sudah mencapai 773 kasus itu belum termasuk penambahan kasus kecelakaan saat operasi zebra berlangsung. 

"Yang dimana kecelakaan itu berada pada pengendara motor roda dua," tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#Polres Tabanan #jalur tengkorak #operasi zebra agung #pelanggaran lalu lintas