Duh! Gegara Luas Lahan Pertanian Makin Menyusut di Bali, Produksi Padi Turun Drastis
Marsellus Nabunome Pampur• Selasa, 4 Maret 2025 | 06:05 WIB
PLT Kepala BPS Provinsi Bali, Kadek Agus Wirawan mengatakan produksi padi turun drastis di Bali.
DENPASAR, Radarbuleleng.jawapos.com-Selama tahun 2024, luas lahan yang ditanami padi di Bali mencapai 103.804 hektare.
Luas ini mengalami penurunan drastis dari tahun sebelumnya. Dimana di tahun 2023, luasnya mencapai 108.514 hektare.
Dengan demikian penurunan di tahun 2024 mencapai angka sebesar 4.710 hektare atau 4,34 persen dibandingkan 2024.
Hal ini berdasarkan data yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Senin (3/23).
PLT Kepala BPS Provinsi Bali, Kadek Agus Wirawan menjelaskan, jumlah produksi padi selama tahun 2024 yaitu sebanyak 635.473 ton GKG.
Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 38.107 ton atau 5,66 persen dibandingkan produksi padi di 2023 yang sebanyak 673.581 ton GKG.
”Lalu, produksi beras pada 2024 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 358.379 ton, mengalami penurunan sebanyak 21.491 ton atau 5,66 persen dibandingkan produksi beras di 2023 yang sebanyak 379.870 ton," bebernya.
Dia menjelaskan lebih jauh, data ini didapatkan dari kerjasama antara BPS sejak 2018 lalu dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang sekarang bergabung menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Selain itu kerjasama juga dilakukan bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN), serta Badan Informasi dan Geospasial (BIG).
”Dalam melakukan penyempurnaan penghitungan luas panen dengan menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA). KSA ini memanfaatkan teknologi citra satelit yang berasal dari LAPAN dan digunakan BIG untuk mendelineasi peta lahan baku sawah yang divalidasi dan ditetapkan oleh Kementerian ATR/BPN untuk mengestimasi luas panen padi," jelasnya.
Sementara itu, luas panen padi pada Januari 2025 di Provinsi Bali mencapai 7.377 hektare.
Selanjutnya, potensi panen sepanjang Februari hingga April 2025 diperkirakan seluas 24.082 hektare.
”Dengan demikian, total luas panen padi pada Subround Januari-April 2025 diperkirakan mencapai 31.459," tandasnya.***