TABANAN, Radarbuleleng.jawapos.com- Seorang mahasiswa asal Banjar Dinas Senapahan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, tewas ditabrak sopir mobil ambulance milik RSUD Tabanan yang ugal-ugalan di jalan raya.
Informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama I Putu Palguna Arisandi, 22, terlibat kecelakaan dengan mobil ambulance di Jalan Gatot Subroto Sanggulan, Jurusan Kediri-Tabanan. Tepatnya Banjar Dinas Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri pada Selasa (18/3).
Korban diketahui meninggal dunia saat dalam perawatan di RSUD Tabanan. Korban alami luka pada jari kaki kiri, luka pada lutut kaki kiri, luka lecet pada tangan kiri, patah tulang tertutup pada paha kiri.
Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengatakan, kecelakaan lalu lintas yang dialami korban Putu Palguna pengendara motor terjadi pada Senin kemarin (17/3) sekitar pukul 16.30 wita.
Sebelum kecelakaan lalu lintas dialami korban di Jalan Gatot Subroto Sanggulan, Jurusan Kediri-Tabanan, sebuah mobil ambulance bernopol DK 9349 G yang dikendarai I Made Ardi Devayana datang dengan kecepatan sedang dari arah barat jurusan Tabanan menuju arah timur jurusan Kediri dengan berjalan lurus kedepan di jalurnya.
Setibanya di TKP di simpang Rindam IX/Udayana Tabanan, saat itu kondisi lampu trafic light menyala berwarna merah.
Kendati demikian pengemudi mobil ambulance I Made Ardi tidak berhenti, ia malah menerobos dengan terus mengemudikan kendaraannya melalui jalur kanan.
Padahal saat itu mobil ambulance tersebut tidak sedang membawa pasien gawat darurat.
Disaat bersamaan dari arah berlawanan datang pengendara motor I Putu Palguna mengendarai sepeda motor Yamaha RX King DK 3632 GC.
Korban pun tertabrak oleh mobil ambulance yang melanggar lalu lintas, yang menyebabkan pengendara motor jatuh terseret dengan membentur pojok kanan mobil ambulance.
"Akibat kejadian itu korban alami luka berat dan meninggal dunia saat dalam perawatan medis di RSUD Tabanan," ungkapnya.
Hasil penyelidikan dan olah TKP, dugaan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara motor Yamaha RX King dengan mobil ambulance karena pengemudi mobil ambulance RSUD Tabanan melanggar lalu lintas.
"Bahwa pengemudi ambulance Made Ardi kurang berhati-hati, kurang waspada saat berjalan di jalur kanan. Bahkan menerobos dan melanggar lalu lintas saat lampu merah menyala sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut," imbuhnya.
Disisi lain kecelakaan lalu lintas tunggal juga terjadi di Jalan Denpasar-Gilimanuk. Yakni sebuah kendaraan Pickup Isuzu Traga bernopol P 8214 VN alami kecelakaan pada Selasa (18/3) sekitar pukul 07.45 Wita.
Mobil pickup yang menjadi mobil angkut barang wilayah Jawa menuju Bali menghantam sebuah warung yang berada di pinggir jalan Banjar Dinas Singin, Desa Selemadeg, Selemadeg, Tabanan.
Dugaan kecelakaan tunggal terjadi karena disebabkan mengemudi dalam kondisi mengantuk.
Iptu Gusti Made Berata menyebut kecelakaan tunggal dialami mobil pickup berwarna putih dikemudikan oleh Fatkur Rohman Fausi, 34.
Berawal dari pengemudi pickup asal Tegaldlimo melaju dengan kecepatan kencang datang dari Gilimanuk untuk menuju Denpasar.
Pada saat melintasi di jalan menanjak dan tikungan landai ke kiri, pengemudi mobil pickup angkut barang hilang kendali dan konsentrasi, karena mengantuk.
Sehingga menyebabkan kendaraan melaju lurus tak terkendali dan menabrak bangunan warung yang berada di sebelah barat jalan.
"Syukur sopir selamat pasca kejadian itu, hanya mengalami luka ringan, namun kerusakan parah terjadi pada mobil dan warung yang berada di pinggir jalan," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak