NEGARA, Radarbuleleng.jawapos.com- Kendaraan arus mudik melalui Pelabuhan Gilimanuk meningkat drastis, Rabu (26/3).
Jumlah kendaraan diperkirakan melebihi jumlah sejak awal peningkatan arus mudik Jumat lalu.
Meningkatnya arus kendaraan yang akan keluar Bali ini, membuat antrean kendaraan di dalam areal parkir pelabuhan penuh dan ekor antrean di hutan Cekik.
Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk Rabu pagi, antrean kendaran membludak di areal pakir kargo yang menjadi tempat buffer zone pemudik.
Antrean kendaraan juga mengular di jalur utama Denpasar - Gilimanuk, ekor antrean kendaraan hingga di hutan Cekik atau sekitar 3 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.
Antrean kendaraan juga mengular di jalur utama Jalan Denpasar - Gilimanuk.
Ribuan kendaraan yang antre menuju Pelabuhan Gilimanuk ini, merupakan pemudik yang sudah antre sejak pagi hari.
Seperti yang diungkapkan Rosyidi, pemudik asal Banyuwangi. Bersama keluarga, berangkat dari Tabanan sekitar pukul 02.00 dini hari, tiba di areal buffer zone untuk membeli tiket sekitar pukul 06.00 WITA.
Akan tetapi hingga pukul 4.00 WITA belum menyeberang atau hingga hampir 10 jam antre.
”Antre dari jam 6 tadi pagi, sampai sekarang. Sudah 9 jam, belum juga nyeberang. Kalau dengan nyeberang nanti 10 jam antrean,” jelasnya, ditemui di areal antrean dalam pelabuhan.
Senada diungkapkan pemudik lain yang antre dari pagi hingga menjelang sore belum menyebarang.
Rata-rata pemudik dengan mobil pribadi dan bus menghabiskan waktu di jalan untuk antre antara 8- 10 jam.
Berbeda dengan pemudik dengan motor yang lebih cepat menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang. Antrean pemotor paling lama 1-2 jam.
Tingginya lalu lintas pemudik, terjadi sejak Selasa (25/3) lalu, berdasarkan data produksi selama 24 jam sebanyak 68.754 orang yang menyeberang keluar Bali.
Jumlah kendaraan total 21.367 unit, roda dua sebanyak 13.958 unit, mobil penumpang 5.130 unit, bus 668 unit dan truk 1.611 unit.
Arus mudik kemarin lebih tinggi dari sebelumnya, bahkan lebih tinggi dari beberapa hari sebelumnya.
Sehingga diterapkan pola sangat padat. ”Situasi hari ini tejadi peningkatan arus cukup tinggi, sebelumnya hanya belasan ribu, tetapi sejak Selasa susah tercatat 21 ribu kendaraan yang keluar Bali,” ujar Kapolres Jembrana AKBP AKBP Endang Tri Purwanto.
Dengan jumlah dermaga yang ada, baik dermaga MB maupun LCM, degan situasi padat kemarin khusus dermaga LCM diberlakukan sistem bongkar muat penumpang lebih cepat.
Kapal tiba langsung bongkar, berangkat. ”Mereka (Kapal) hanya mengangkut kendaraan yang akan ke pulau Jawa dari pulau Bali," tegasnya.
Karena itu, areal parkir depan dermaga LCM harus selalu terisi kendaraan yang akan menyeberang, dengan harapan untuk mengurangi beban kendaraan yang ada di jalur utama.
Selanjutnya, pihaknya juga memastikan tidak ada kendaraan yang menyerobot antrean.
Sehingga yang masuk kapal lebih cepat. ”Kami memang lagi mengefektifkan dan mengefisienkan waktu yang dibutuhkan untuk bongkar maupun berangkat lagi,” terangnya.
Membludaknya kendaraan yang akan keluar Bali kemarin, diperkirakan terjadi hingga hari ini (27/6), kemudian terakhir Jumat (28/3).
Sehingga sebelum penutupan kendaraan operasional pelabuhan sebelum Hari Raya Nyepi, seluruh pemudik sudah menyeberang.
Apabila ada pemudik yang tertinggal hingga penutupan pelabuhan. Namun pihaknya sudah menyiapkan sejumlah antisipasi jika ada yang tertinggal, misalnya nanti pada saat penutupan diberlakukan dan masih ada antrean, kendaraan pemudik bisa dititipkan di Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk dan orangnya menyeberang dengan berjalan kaki menuju Palabuhan Ketapang.
”Kami akan jaga kendaraannya,” tegasnya.***
Editor : Donny Tabelak