Radarbuleleng.jawapos.com- Puluhan warga Perumahan Griya Multi Jadi, Sanggulan, Tabanan, Bali, khususnya yang berada di sekitar areal bak sampah dibuat tak nyaman. Pasalnya, sampah perumahan menumpuk hingga meluber ke jalan.
Masalah sampah di Perumahan Griya Multi Jadi, Sanggulan menyebabkan pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, dan estetika.
Sekadar diketahui, sampah perumahan yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari tanah dan air, menjadi sarang hama penyakit serta mengganggu keindahan lingkungan.
Perwakilan puluhan warga yang menolak adanya bak sampah yang dibangun di atas fasum perumahan, Adrian Pah, 48, mengatakan, ia bersama puluhan warga di sekitar area bak sampah sudah menyampaikan surat keberatan yang ditujukan kepada Kepala Lingkungan Perumahan Griya Multi Jadi Sanggulan.
“ Terkait masalah sampah yang bau dan meluber ke jalan, kami 40-an warga perumahan tegas menolak keberadaan bak sampah tersebut yang berjarak sangat dekat dengan rumah kami, “ kata Adrian Pah, Sabtu (19/4/2025).
Pria berprofesi sebagai Musisi yang akrab disapa Pak Andre ini menegaskan, sampah yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air tanah, serta menghasilkan gas beracun jika dibakar.
Warga Bali keturunan NTT (Nusa Tenggara Timur), ini bersama puluhan warga setempat mengatakan, penumpukan sampah di perumahan dapat menjadi tempat berkembang biak hama penyakit seperti tikus, lalat, dan nyamuk, yang dapat menyebarkan penyakit.
“ Karena sampah ini sudah menganggu, kami warga menyatakan bahwa bak sampah tersebut harus ditutup atau direlokasi karena terjadianya penumpukan yang sudah meluber dan mengambil tempat fasum taman,” tegas Andre.
Puluhan warga yang rumahnya berdekatan dengan bak sampah tersebut, mengusulkan agar Kepala Lingkungan bekerjasama dengan pihak pengelolah sampah Lingkungan Sanggulan Anyar. Dimana sampah rumah tangga akan dijemput ke rumah masing-masing.
Adrian Pah mengatakan, masalah sampah ini sudah sempat ia bersama puluhan warga perumahan menghubungi anggota DPRD Tabanan, Putu Yuni Widyadnyani alias Bu Nuning.
“ Bu Nuning saat itu menyatakan akan ditindaklanjuti dan sudah melapor ke Bupati Tabanan terkait masalah bak sampah tersebut. Beliau juga akan berkoordinasi dengan pengurus Perumahan Griya Multi Jadi,” ujar Adrian Pah.
Adrian Pah menambahkan, sampah plastik dan bahan yang tidak terurai dapat merusak ekosistem darat dan perairan.
Selain itu, kata dia, penumpukan sampah dapat menyebabkan stres dan kecemasan pada masyarakat.
Ia juga menyayangkan masih banyak masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, baik di lingkungan perumahan maupun di tempat umum.
“ Pemisahan sampah organik dan anorganik seringkali tidak dilakukan, sehingga sulit untuk dikelola. Lebih- lebih, kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Pihaknya berharap pengurus perumahan perlu memiliki sistem pengumpulan sampah yang teratur dan efisien, dengan frekuensi pengambilan yang memadai,” tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak