Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ngelawang Barong Bakung Keliling Rumah Warga Bukan hanya Sekadar Petunjukkan, Tapi Nilai Spiritual

Juliadi Radar Bali • Kamis, 24 April 2025 | 23:02 WIB
Suasana ngelawang barong bakung di Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan.
Suasana ngelawang barong bakung di Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan.

Radarbuleleng.jawapos.com- Bagi masyarakat di Bali hiburan ngelawang barong bangkung saat Hari Raya Galungan dan Kuningan sudah tidak asing lagi. 

Hiburan ngelawang barong bakung biasanya akan ditemui di rumah-rumah warga, jalan hingga taman, dan fasilitas publik lainnya saat Hari raya Galungan berlangsung. 

Ngelawang barong bakung umumnya dimainkan oleh anak-anak sekolah yang untuk mengisi waktu libur mereka saat Hari Raya Galungan. 

Seperti itulah yang Ngelawang Barong Bakung yang dilakukan oleh anak-anak dari Desa Kukuh dan Desa Tegal Jadi, saat memberikan hiburan di perumahan yang ada di Bukit Sanggulan hingga sejumlah perumahan yang ada di Kediri dan Tabanan. 

Mangku Dalem Kukuh Made Suardika yang ditemui ketika mendampingi anak-anak atraksi ngelawang barong bakung di Sanggulan menyatakan, setiap memomentum Hari Raya Galungan ia bersama anak-anak sekolah SD dipastikan akan memberikan hiburan dan atraksi barong baku ke rumah-rumah warga dan lokasi-lokasi keramaian yang ada di Tabanan. 

"Ngelawang Barong Bakung ini adalah untuk memberikan hiburan bagi umat Hindu yang merayakan Galungan dan Kuningan nanti," ungkapnya. 

Ngelawang Barong Bakung rutin setiap enam bulan sekali pihaknya lakukan. Dengan ngelawang barong bakung dilakukan oleh anak-anak sekolah SD. 

Akan tetapi saat Ngelawang Barong Bakung dilakukan selalu saja ada warga yang Dermawan yang memberikan sesari saat pertunjukkan.

Bahkan kadang kala ada warga yang meminta untuk tampil di rumahnya. 

"Sesari seikhlasnya berapa pun diberikan tetap kami terima. Tapi intinya kami memberikan hiburan bagi umat Hindu yang merayakan hari Suci Galungan," ungkapnya. 

Khusus di Tabanan sendiri sejatinya telah ada komunitas barong bakung dengan komunitas ini bernama Barong Gatel Tabanan.

Dimana pembina komunitas barong Gatel Tabanan I Gusti Nengah Hari Mardika yang merupakan perintis atau pendiri dari Sanggar Haridwipa Gamelan.

Pria yang akrab disapa Gung Wah ini menyebut tarian dari barong bakung sifatnya sangat sakral. 

Ngelawang pun tidak hanya sekedar pertunjukkan. Dibalik itu ada gerakan barong dan lantunan gamelan, maka tersirat permohonan kepada sang pencipta untuk melindungi desa dari penyakit, malapetaka dan segala energi buruk. 

Dengan melaksanakan ngelawang barong bakung saat Hari Galungan sejatinya membangun harmoni dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Sang Pencipta, pemelihara dan pelebur alam semesta.

"Sehingga dalam kepercayaan masyarakat, penampilan barong ini mampu membawa berkah, ketenangan dan perlindungan bagi lingkungan yang dilaluinya," tutur Gung Wah, Rabu (23/4).

Ia menegaskan demi mempertahankan tradisi dari ngelawang barong bakung ini di Tabanan.

Pihaknya sejatinya sudah beberapa kali menggelar event atau festival. Salah festival tapel barong. 

Festival tapel barong inilah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Perihal dari tradisi ngelawang.

Lantaran tradisi ngelawang barong bakung sudah dilakukan oleh generasi penerus anak-anak sekolah dasar hingga tingkat SMA. 

"Ngelawang barong bakung juga harus terus diberikan edukasi kepada generasi penerus. Karena bukan hanya sebatas tarian tetapi memiliki nilai spiritual hingga nilai budaya warisan leluhur," tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#barong #sanggulan #hari raya galungan #ngelawang