RadarBuleleng.id - Viral di media sosial, seorang wanita menangis sesenggukan saat menggendong sang buah hati.
Wanita itu terlihat menangis haru karena berhasil diberikan buah hati. Namun dia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap lingkungan sekitar, yang kerap membully dirinya yang belum hamil.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, wanita tersebut menangis sedih mengungkapkan unek-unek isi hatinya.
“Dibilang bekung (mandul). dibilang penyakitan. Sakit sekali. Sampai saya nggak mau pulang. Kemana pun itu. Karena saya berpikir pulang, apalagi ke singaraja, dibilang bekung, dibilang sakit-sakitan,” keluh wanita itu sambil menangis.
Ia pun sempat mengucapkan terima kasih kepada orang tuanya yang selalu memberikan dukungan. “Terima kasih bapak dan ibu yang selalu berusaha, untuk selalu kuat,” lanjutnya.
Momen haru ini diduga direkam saat upacara adat nelubulanin, sebuah tradisi tiga bulan bagi bayi di Bali.
Ary Kencana dan sang istri, Neli Ambarawati, hadir sebagai tamu undangan sekaligus membawakan lagu mereka yang berjudul “Pejuang Garis Dua”.
Lagu ini memang sangat populer di kalangan masyarakat Bali karena liriknya yang menggambarkan perjuangan pasangan suami istri yang menanti kehadiran sang buah hati.
Ary Kencana sendiri mengaku lagu itu terinspirasi dari kisah nyata, dan diciptakan untuk menguatkan para pejuang garis dua lainnya.
Video tersebut sontak menyedot perhatian publik. Hingga saat ini, video itu sudah ditonton lebih dari 2,6 juta kali, dikomentari oleh lebih dari 2.100 warganet, dan dibagikan lebih dari 5.700 kali. Banyak akun lainnya juga ikut mengunggah ulang video tersebut.
Video yang viral di media sosial itu pun mendapat berbagai komentar dari warganet alias netizen. Mayoritas memberikan dukungan kepada para “pejuang garis dua”.
“Tangis kebahagiaan dan kekecewaan menyatu, selamat ya Mbok. Ikut senang dengan kebahagiaannya dan berempati dengan kesedihannya,” tulis akun Tobing Crysnanjaya
“Rahayu,dulu tiyang sepuluh tahun nebelang mua ajak kuping nahanang jengah (menebalkan muka dan kuping, menahan rasa malu) di-bully karena belum punya keturunan. Astungkara Sweca ida sesuhunan mangkin sampun kapaica sentana (sudah mendapat keturunan) Cewek dan Cowok,” tulis akun Ketut Juliawan
“Pedes banget iya kata-kata manusia, kenapa perempuan selalu yg disalahkan. Ikut sedih liat mbaknya,” telus akun Ketut Astini.
“Setiap ada video Bli Ary tentang garis dua saya selalu meneteskan air mata. Antara merasakan rasa senang, sedih, bahagia melihat mereka yang berusaha mendapatkan "harta terindah" Mereka dalam pernikahan mereka,” tulis akun Goes Eka
“Masih banyak orang sekitar yg asbun berdalih basa basi, basa basi yg merusak mental, mereka tidak tau perjuangannya. Astungkara tetap kuat nggih Tuhan akan berikan disaat yg tepat,” ucap pemilik akun Setiawan Panji I Ketut
“Terkadang siapapun sedang memperjuangkan garis 2 bisa cepat dapat dan dianugerahi.. Dan para orang tua, jangan pernah sakiti perasaan anak kalian dengan tuntutan pengen nimang cucu, karena anak dan menantu kalian itu selalu berusaha. Untuk orang sekitar, tolong jangan ikut campuri urusan rumah tangga orang lain, apalagi soal hamil,” ungkap pemilik akun Tangkas Prd. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya