Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dua Wisatawan Asal Korsel Tewas Saat Olahraga Paralayang, Direktur Utama BUMDesa Kutuh Buka Suara

I Wayan Widyantara • Sabtu, 26 Juli 2025 | 00:05 WIB
 
Suasana paragliding atau paralayang menjadi salah satu daya tarik utama di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Bali.
Suasana paragliding atau paralayang menjadi salah satu daya tarik utama di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Bali.
 
 
 
 
 
Radarbuleleng.jawapos.com- Dari atas ketinggian tebing di sisi timur Pura Gunung Payung, hamparan laut biru dan angin segar menyambut para wisatawan yang hendak mencoba sensasi terbang bebas.
 
Paragliding atau paralayang menjadi salah satu daya tarik utama di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Bali.
 
Aktivitas ini tidak hanya memacu adrenalin, tetapi juga menyuguhkan pemandangan yang luar biasa.
 
Landasan sepanjang 80x40 meter di kawasan Gunung Payung menjadi titik lepas landas bagi para penerbang tandem bersama instruktur.
 
Menurut Direktur Utama BUMDesa Kutuh, Ni Luh Hepi Wiradani, wisatawan yang datang untuk mencoba paragliding terus meningkat setiap bulan.
 
”Yang terbang per hari itu sekitar 90 sampai 125 orang pengunjung. Itu didominasi oleh tamu dari Cina,” ujar Hepi saat ditemui di lokasi.
 
Namun, aktivitas ini sepenuhnya bergantung pada kondisi alam. Bila angin terlalu kencang atau tak stabil, penerbangan harus ditunda demi keselamatan.
 
”Kadang anginnya terlalu kenceng, jadi tidak bisa juga kami melayani. Akhirnya banyak juga yang merasa kecewa, namun besoknya datang lagi,” tambah Hepi.
 
Bagi wisatawan yang tertarik mencoba, penerbangan solo tidak diizinkan. Semua penerbangan harus dilakukan bersama instruktur berlisensi.
 
”Kalau terbang bersama kami di Gunung Payung Paragliding itu kami tidak mengizinkan untuk terbang solo. Harus didampingi atau tandem bersama pilot kami yang sudah bersertifikat. Itu pun sudah dilengkapi dengan asuransi dan juga termasuk memori GoPro,” jelas Hepi.
 
Pihak pengelola pun menegaskan komitmen mereka terhadap keamanan dan legalitas.
 
Paragliding di Gunung Payung telah mengantongi izin resmi dan berada di bawah pengawasan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) serta aparat kepolisian.
 
”Kalau Gunung Payung Paragliding ini kami sudah mengantongi izin dari negara. Kami juga ada di bawah pengawasan FASI termasuk juga kepolisian,” ungkap Hepi.
 
Namun, baru-baru ini, aktivitas paragliding di kawasan Kutuh menjadi sorotan menyusul kecelakaan tragis yang menewaskan dua wisatawan asal Korea Selatan, JH (41) dan SH (43), pada 17 Juli 2025.
 
Keduanya jatuh ke laut saat melakukan penerbangan mandiri dari lokasi Panda Paragliding di Pantai Tanah Barak.
 
Meski lokasi kejadian berada di kawasan Desa Kutuh, Hepi menegaskan bahwa insiden tersebut tidak melibatkan Gunung Payung Paragliding.
 
”Kalau tidak salah itu sekitar tanggal 17 Juli 2025 kemarin itu diberitakan ada 2 orang pengguna paragliding yang jatuh di Pantai Tanah Barak. Itu kami membenarkan. Memang jatuhnya ada di kawasan kami, namun itu bukan terbang bersama kami,” tegas Hepi.
 
”Kami juga terkejut karena pada saat itu kami ditelepon dan dimintai bantuan dari ambulans kami. Jadi ambulans segera meluncur dan setelah itu diantarkan ke rumah sakit terdekat. Namun setelah itu kami tidak tahu kelanjutannya seperti apa, karena memang itu bukan tamu kami,” imbuhnya.
 
Peristiwa tersebut mendorong pengelola Gunung Payung Paragliding untuk kembali menegaskan komitmen mereka terhadap keselamatan.
 
Tidak ada penerbangan solo yang diizinkan, bahkan bagi mereka yang telah memiliki lisensi dari luar negeri.
 
”Kalau untuk yang mau terbang solo, mohon maaf sekali itu tidak bisa kalau melalui Gunung Payung Paragliding. Walaupun sudah punya license, karena kami lebih mengutamakan keselamatan,” ujar Hepi.
 
Dengan target kunjungan harian sekitar 100 orang di kawasan paragliding dan 5.000 orang di kawasan Pantai Pandawa, pengelola berharap wisata petualangan ini tetap memberikan pengalaman tak terlupakan—dengan standar keselamatan terbaik.***
Editor : Donny Tabelak
#paralayang #Federasi Aero Sport Indonesia #desa kutuh #BUMDesa #gunung payung #Kuta Selatan #WNA Korsel Meninggal