RadarBuleleng.id – Tugu bersejarah di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kabupaten Jembrana yang hilang akibat abrasi, diusulkan untuk dibangun kembali.
Tugu tersebut dulunya menjadi penanda lokasi pendaratan pertama pasukan pejuang yang mempertahankan kemerdekaan di Kabupaten Jembrana, Bali.
Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jembrana, I Ketut Gede, menegaskan pentingnya monumen tersebut.
Menurutnya, tugu Pebuahan bukan sekadar bangunan, melainkan simbol perjuangan yang harus dikenang generasi penerus.
“Sudah kami usulkan kepada pemerintah agar bangunan tugu dibangun lagi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tugu itu hancur pada 2023 akibat abrasi hebat yang menerjang Pantai Pebuahan.
Padahal, monumen tersebut dibangun pemerintah Kabupaten Jembrana sebagai penanda sejarah perjuangan kemerdekaan.
“Bangunan itu salah satu dari belasan tugu di Jembrana yang menandai peristiwa penting dalam sejarah perjuangan bangsa,” ungkapnya.
Gede menambahkan, tugu tersebut menjadi pengingat peristiwa bersejarah pada 4 April 1946, ketika Pasukan Markadi mendarat di Pantai Pebuahan setelah pertempuran laut melawan penjajah.
“Monumen harus dibangun kembali agar generasi muda tidak melupakan sejarahnya,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya