Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Siswa SMP di Bali Diduga Ulah Pati karena Bullying, Begini Penjelasan Polisi

Eka Prasetya • Sabtu, 6 September 2025 | 12:40 WIB
DATANGI SEKOLAH: Polisi mendatangi SMPN 2 Kuta Utara untuk menggali informasi terkait siswa yang melakukan ulah pati.
DATANGI SEKOLAH: Polisi mendatangi SMPN 2 Kuta Utara untuk menggali informasi terkait siswa yang melakukan ulah pati.

RadarBuleleng.id - Jagat maya sempat digegerkan dengan kabar seorang siswa SMP Negeri 2 Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, diduga melakukan ulah pati pada Senin (1/9/2025). 

Isu yang beredar menyebut aksi itu dipicu oleh kasus perundungan (bullying).

Informasi tersebut bahkan sempat diunggah lewat akun resmi anggota DPD RI, Arya Wedakarna. Namun, hasil penelusuran kepolisian menunjukkan fakta berbeda.

PS Kasubsi Penmas Humas Polres Badung, Aipda Ni Nyoman Ayu Inastuti menjelaskan, ulah pati dilakukan seorang remaja laki-laki berinisial IMWAS, 24, di rumahnya sekitar pukul 18.00 WITA. 

“Yang pertama kali mengetahui adalah ibu korban sepulang bekerja,” terangnya.

Keterangan pihak sekolah turut memperkuat penyelidikan. Kepala Sekolah SMPN 2 Kuta Utara, Ida Bagus Nyoman Segarayoga, mengatakan pihaknya mendapat kabar dari keluarga korban sekitar pukul 23.00 WITA. 

Saat ditemui di RS Mangusada, ibu korban menjelaskan bahwa IMWAS ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar rumahnya.

Menurut keluarga, korban belakangan tampak lebih murung, sering menyendiri, bahkan sesekali terlihat berbicara sendiri. 

Namun, tak pernah mengungkapkan adanya masalah serius. Di sekolah, korban dikenal sebagai siswa yang baik, rajin belajar, dan aktif dalam kegiatan. 

“Tidak ada tanda-tanda depresi, meski memang anaknya pendiam,” jelas kepala sekolah.

Isu bahwa korban dibully karena melaporkan teman yang membawa motor ke sekolah juga ditepis. 

Kepala sekolah menegaskan tidak ada perlakuan perundungan di lingkungan sekolah. 

Memang pernah dilakukan sidak larangan membawa motor, namun korban tidak melanggar aturan tersebut. 

“Bahkan saat itu dia masih bercanda dengan teman-temannya,” tambahnya.

Polisi juga memeriksa ponsel korban dan tidak menemukan bukti percakapan yang mengarah pada perundungan. 

Kakak korban bahkan sempat menanyakan langsung kepada teman-temannya, dan semuanya menyatakan korban tidak pernah mengalami bullying.

“Sehingga kesimpulannya, benar ada aksi ulah pati, tapi penyebabnya bukan pembulian,” tegas Aipda Ayu.

Keluarga pun sudah mengikhlaskan kepergian IMWAS dan tidak melaporkan kejadian ini ke polisi. Prosesi pemakaman telah dilaksanakan pada Rabu (3/9/2025) lalu di Buleleng. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #murung #belajar #bullying #motor #penyelidikan #ulah pati #perundungan #remaja #depresi #dpd ri #polres #arya wedakarna #badung #buleleng #siswa