Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pasca Banjir, Gubernur Koster Turun Tangan Bersihkan Pasar Badung. Penanganan Sampah di Bali Makin Mendesak

Eka Prasetya • Minggu, 14 September 2025 | 23:35 WIB

 

BERSIHKAN LUMPUR: Suasana pembersihan di basement Pasar Kumbasari.
BERSIHKAN LUMPUR: Suasana pembersihan di basement Pasar Kumbasari.

RadarBuleleng.id - Gubernur Bali Wayan Koster turun tangan membersihkan sampah pasca banjir di kawasan Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, Minggu (14/9/2025) pagi. 

Aksi gotong royong tersebut digagas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, dengan melibatkan pemerintah daerah, pelajar, relawan, hingga masyarakat umum.

Koster ikut menyisir kios-kios basement Pasar Kumbasari yang masih dipenuhi lumpur dan tumpukan sampah. 

Sejumlah mobil pedagang yang terendam banjir juga jadi perhatian. Ia langsung menginstruksikan agar kendaraan yang ringsek maupun terjebak di basement segera diderek agar tidak menghambat proses pembersihan.

Namun, di balik aksi bersih-bersih itu, persoalan lebih besar masih mengintai. Diperkirakan 210 ton sampah pasca banjir menumpuk di Denpasar dan sekitarnya. 

Sampah tersebut sebagian besar akan dibuang ke TPA Suwung, yang sejak lama diketahui sudah mengalami overload.

“Ini kita fokus bersih-bersih dulu,” ujar Koster.

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol menegaskan, sampah banjir harus ditangani secara darurat. Selama sebulan ke depan, semua tumpukan sampah akan dialihkan ke TPA Suwung. 

“Mungkin perlu beberapa hari untuk membersihkan sampah yang masih menyumbat sungai dan drainase,” jelasnya.

Hanif juga mengingatkan, persoalan ini bukan sekadar akibat hujan deras. Tetapi juga lemahnya daya dukung lingkungan Bali. 

Alih fungsi lahan, minimnya hutan di daerah hulu, dan buruknya tata kelola sampah disebut memperparah dampak banjir. 

“Ke depan, upaya memperluas cakupan hutan di hulu sungai mutlak dilakukan untuk menghadapi perubahan iklim yang kian ekstrem,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menyelesaikan sampah dari hulunya, bukan sekadar reaktif saat bencana terjadi. 

Hanif juga menyatakan bahwa permasalahan sampah di Bali merupakan permasalah krusial yang harus segera diselesaikan.

“Selanjutnya langkah-langkah yang dilakukan Bapak Gubernur melalui penyelesaian sampah di sumber agar terus wajib dimasifkan karena buktinya sudah seperti ini (banjir),” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Alih Fungsi #gubernur #bali #lumpur #gotong royong #pasar #koster #wayan koster #lingkungan hidup #sampah #banjir #kementerian #basement