RadarBuleleng.id – Tragedi banjir yang melanda Bali pada 10 September lalu bukan hanya menyita perhatian publik, tetapi juga Presiden dan Wakil Presiden yang turun langsung meninjau lokasi.
Agar musibah serupa tak terulang, Gubernur Bali Wayan Koster gencar melobi pemerintah pusat.
Dalam dua hari beruntun, Koster menemui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (24/9/2025) dan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (25/9/2025) di Jakarta.
Selain membahas langkah penanganan pasca-banjir, pertemuan itu juga menyinggung soal pengelolaan sampah dengan teknologi terbaru.
Koster menyampaikan laporan terkait penanganan cepat saat bencana, termasuk pemberian santunan dan ganti rugi bagi pedagang terdampak di Pasar Badung dan Kumbasari.
“Upaya penanganan banjir dilakukan cepat dan tepat sasaran. Pedagang langsung mendapat santunan agar bisa kembali beraktivitas,” jelasnya.
Tak hanya itu, Koster bersama Airlangga membicarakan solusi jangka panjang dengan mengolah sampah menjadi energi.
Proyek ini akan ditangani Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).
Pemprov Bali, kata Koster, sudah menyiapkan lahan seluas enam hektare serta memastikan ketersediaan volume sampah dari Denpasar dan Badung minimal 1.500 ton per hari.
Karena itu, ia berharap percepatan terbitnya Perpres penanganan sampah agar proyek segera berjalan.
“Kami mohon dukungan penuh dari Kemenko Perekonomian. Syukurnya, Pak Menko menyatakan sangat mendukung apa yang kami rencanakan,” kata Koster. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya