RadarBuleleng.id - Rentetan peristiwa ulah pati yang berulang kali terjadi di kawasan Tukad Bangkung, Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, memunculkan kegelisahan bagi masyarakat Bali.
Tragedi di sekitar Jembatan Tukad Bangkung yang dikenal sebagai jembatan tertinggi di Bali, tak hanya meninggalkan duka. Warga juga meyakini perlu dilakukan upacara untuk menjaga keseimbangan niskala.
Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, serta Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, mengikuti persembahyangan bersama dalam Upacara Yadnya Parisudha Jagat di Jembatan Tukad Bangkung, Kamis (18/12/2025) lalu.
Upacara tersebut digelar untuk memulihkan harmoni dan keseimbangan secara niskala. Sekaligus menyucikan kawasan Tukad Bangkung yang diyakini menyimpan beban niskala.
Rangkaian Upacara Parisudha Jagat berlangsung khidmat. Setelah prosesi ritual dan doa bersama, dilakukan pelepasan simbol kehidupan berupa dua ekor kebo putih lanang-wadon yang dilepas secara simbolis dan kemudian dihaturkan sebagai kebo duwe di Desa Plaga.
Prosesi dilanjutkan dengan pelepasan burung dan lampion masing-masing sebanyak 33 buah di pintu masuk Jembatan Tukad Bangkung. Angka 33 dimaknai sebagai simbol keseimbangan, penyucian, dan harapan agar kehidupan kembali menemukan jalannya.
Upacara dipuput Jro Mangku Gede Made Pawitra dari Desa Bulian, Kabupaten Buleleng, didampingi para mangku dan prajuru adat dari Desa Bulian, Pelaga, Sidan, Tambakan, Selulung, serta Kubutambahan.
Sebagai bentuk dukungan, Wakil Gubernur Bali menyerahkan punia Rp 25 juta, sementara Putri Suastini menyumbangkan tiga ekor kerbau untuk mendukung kelancaran upacara. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya