Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Senderan Proyek di Ungasan Bali Ambruk. Tiga Pekerja Tertimbun, Dua Orang Dinyatakan Tewas

Eka Prasetya • Jumat, 23 Januari 2026 | 16:36 WIB

 

EVAKUASI: Tim SAR mengevakuasi jenazah seorang buruh bangunan yang tewas tertimbun senderan ambruk.
EVAKUASI: Tim SAR mengevakuasi jenazah seorang buruh bangunan yang tewas tertimbun senderan ambruk.

RadarBuleleng.id – Kecelakaan kerja terjadi di sebuah proyek bangunan di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada Jumat (23/1/2026) siang. 

Sebanyak tiga orang pekerja tertimbun longsor setelah senderan tembok di lokasi proyek tiba-tiba ambruk.

Peristiwa itu terjadi saat delapan pekerja tengah beraktivitas. Tiga orang berada di bagian atas, sementara lima pekerja lainnya berada di bawah. 

Ketika senderan tembok runtuh, lima pekerja yang berada di bawah berhasil menyelamatkan diri. Namun tiga pekerja di atas tak sempat menghindar dan tertimbun material longsor.

Berdasarkan keterangan rekan korban, dua orang pekerja sempat dievakuasi lebih awal dan dilarikan ke rumah sakit. 

Salah satu korban bernama Farhan dinyatakan meninggal dunia setibanya di Rumah Sakit Universitas Udayana. 

Sementara satu korban selamat lainnya, Muhammad Waki, masih menjalani perawatan medis.

Kantor SAR Denpasar yang menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 13.WITA Wita dari seorang warga bernama Gusti Made Kadiana. Menindaklanjuti laporan itu, tim SAR langsung bergerak ke lokasi kejadian.

“Kami segera merespons laporan tersebut dan langsung menuju lokasi bersama unsur TNI-Polri serta potensi SAR lainnya,” ujar Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Sebanyak 10 personel SAR dikerahkan menggunakan Rapid Deployment Land SAR Unit dan Rescue Car Type 1, lengkap dengan peralatan ekstrikasi. Setibanya di lokasi, tim melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat sebelum memulai proses evakuasi.

Kondisi tanah di sekitar longsoran dilaporkan masih labil, dengan sejumlah retakan yang berpotensi memicu longsor susulan. 

Demi keselamatan, tim SAR memutuskan menggunakan alat berat dalam proses pencarian, dengan pengawasan ketat dari personel rescue.

Proses pengerukan dilakukan secara perlahan dan bertahap untuk meminimalkan getaran. 

Dalam pencarian, tim terlebih dahulu menemukan tas milik korban, kemudian memfokuskan pengerukan di sekitar titik tersebut.

Sekitar pukul 14.40 WITA, korban terakhir terlihat dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah Shohibul Hasan, 25, akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 15.00 WITA dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Dalam operasi tersebut, unsur SAR gabungan yang terlibat antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polsek Kuta Selatan, Babinkamtibmas, Babinsa, tim ambulans, Damkar Badung, potensi SAR Bima Sakti Rescue, aparat desa, serta keluarga korban dan warga setempat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #longsor #kecelakaan kerja #proyek #bangunan #pekerja #ungasan #rumah sakit #rescue #Kuta Selatan #tembok #tertimbun #badung #senderan #sar #universitas udayana