Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Baru Setahun Berdiri, Bale Gong Pura di Tabanan Bali Roboh. Dibangun Lewat Dana Hibah Pemkab Badung

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:35 WIB

 

ROBOH: Bangunan bale gong di Pura Puseh Dasar Senganan, Kabupaten Tabnan, Bali, roboh akibat angin kencang. Padahal baru setahun berdiri.
ROBOH: Bangunan bale gong di Pura Puseh Dasar Senganan, Kabupaten Tabnan, Bali, roboh akibat angin kencang. Padahal baru setahun berdiri.

RadarBuleleng.id – Sebuah bangunan bale gong di Banjar Dinas Senganan Kangin, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, roboh pada Jumat (23/1/2026) siang.

Bale gong yang berlokasi di kawasan Pura Puseh Dasar Senganan itu diketahui baru berusia sekitar satu tahun. 

Bangunan tersebut merupakan bagian dari proyek penataan pura yang dibiayai melalui bantuan hibah Pemerintah Kabupaten Badung pada tahun 2025, dengan total nilai mencapai miliaran rupiah.

Bendesa Adat Senganan, Nyoman Nasta, membenarkan peristiwa robohnya bale gong tersebut. 

Ia mengatakan kejadian berlangsung secara tiba-tiba saat cuaca buruk berupa angin kencang melanda wilayah Penebel.

“Robohnya bale gong tersebut karena diterjang angin kencang. Terjadi siang tadi sekitar pukul 12.00 WITA,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Nyoman Nasta menjelaskan, bale gong yang roboh memiliki panjang sekitar 16 meter dan lebar 5 meter. Bangunan itu bahkan baru selesai melalui prosesi melaspas pada 12 Januari 2025 lalu.

Ia menambahkan, pembangunan bale gong tersebut merupakan bagian dari paket bantuan hibah Pemkab Badung senilai Rp 3,2 miliar. 

Selain bale gong, bantuan hibah juga mencakup pembangunan bale singosari, bale wantilan, bale paruman, bale pesayupan, bale agung, serta tembok penyengker Pura Puseh Dasar Senganan.

“Jadi tepat baru setahun berdiri bale gong tersebut roboh,” jelasnya.

Selain faktor angin kencang, robohnya bangunan juga diduga dipengaruhi persoalan teknis konstruksi. Struktur tiang penyangga disebut tidak cukup kokoh untuk menahan terpaan angin.

Hingga kini, reruntuhan bale gong belum dibersihkan oleh krama desa. Namun, untuk mengantisipasi kejadian serupa, warga adat telah melakukan langkah pengamanan pada bangunan bale lainnya di area pura.

Krama desa memasang patok siku pada kuda-kuda bangunan serta menambahkan tali pengaman di ujung-ujung bale guna mencegah roboh saat angin kencang kembali terjadi.

“Kami sudah melaporkan kejadian itu ke BPBD Tabanan dan Ketua DPRD Tabanan. Senin rencana kami menghadap melapor secara tertulis ke BPBD Tabanan,” tandas Nyoman Nasta. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#penebel #bali #Hibah #Senganan #bangunan #pura puseh #cuaca buruk #bendesa #gong #tabanan #angin kencang #bale gong