Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Belasan Siswa SMPN 2 Marga Kerauhan Saat Tri Sandya, Sekolah Pulangkan Siswa Lebih Awal

Juliadi Radar Bali • Kamis, 5 Februari 2026 - 06:40 WIB

 

JEMPUT SISWA: Suasana di SMPN 2 Marga, Tabanan. Belasan siswa sempat mengalami kerauhan.
JEMPUT SISWA: Suasana di SMPN 2 Marga, Tabanan. Belasan siswa sempat mengalami kerauhan.

RadarBuleleng.id - Suasana SMPN 2 Marga, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak heboh pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 08.00 WITA. 

Di tengah persiapan dimulainya kegiatan belajar mengajar, belasan siswa tiba-tiba mengalami kerauhan.

Peristiwa tersebut membuat kondisi sekolah tidak kondusif. Sejumlah siswa terlihat panik dan tidak tenang, sehingga pihak sekolah akhirnya memutuskan memulangkan seluruh siswa lebih awal.

Plt. Kepala SMPN 2 Marga, Ni Made Dian Kurnia menjelaskan, kerauhan terjadi sebelum siswa masuk ke kelas. 

Saat itu, seluruh siswa tengah mengikuti kegiatan rutin pagi, diawali dengan persembahyangan tri sandya di halaman sekolah, dilanjutkan pembacaan visi dan misi sekolah, serta kegiatan literasi.

“Pada saat persembahyangan, salah satu siswa tiba-tiba jatuh pingsan dan dibawa ke ruang kesehatan. Setelah itu, siswa tersebut berteriak dan mengalami kerauhan,” jelasnya.

Kondisi tersebut kemudian berdampak pada siswa lainnya. Sekitar 15 orang siswa putri dilaporkan ikut mengalami kerauhan dalam waktu hampir bersamaan.

Melihat situasi tersebut, pihak sekolah dibantu warga sekitar segera melakukan penanganan. 

Upaya penyembuhan dilakukan secara niskala dengan melibatkan jro mangku. Setelah dilakukan penanganan, kondisi para siswa berangsur membaik.

“Astungkara kondisi sudah kondusif. Namun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seluruh siswa kami pulangkan lebih awal sekitar pukul 09.30 WITA, setelah menerima Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Dian Kurnia.

Pihak sekolah juga menghubungi orang tua siswa agar menjemput anak-anak mereka.

Dari keterangan salah satu siswa yang mengalami kerauhan setelah sadar, sempat terdengar ucapan, “panas-panas. Sampunang uyak nira,” sambil mengarahkan tangan ke arah bebaturan di sebelah barat sekolah, tepatnya di pinggir Telabah Anyar, saluran irigasi Subak Delod Kukuh.

Di lokasi tersebut memang terdapat bebaturan yang sehari-hari digunakan untuk aktivitas mebanten oleh pegawai sekolah. 

Menurut kepercayaan setempat, sarana banten di lokasi tersebut hanya menggunakan canang dengan rarapan tanpa dupa. Diduga, ada aktivitas sembahyang yang tidak sesuai dengan ketentuan tersebut.

“Kemungkinan itu yang menyebabkan kerauhan pada para siswa,” ungkap Dian Kurnia.

Agar kejadian serupa tidak terulang, pihak sekolah berencana kembali berkoordinasi dengan pemangku serta meningkatkan edukasi kepada siswa terkait tata cara persembahyangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lahan sekolah seluas 91 are tersebut sebelumnya pernah dilakukan upacara Rsi Gana atau pecaruan gede sekitar 20 tahun lalu, menyusul kejadian kerauhan serupa pada masa lalu. Dengan kejadian kali ini, pihak sekolah berencana kembali menggelar upacara serupa.

Selain itu, SMPN 2 Marga juga akan melaksanakan upacara guru piduka di Padmasana Sekolah dan Tugu Karang sebagai bentuk permohonan maaf agar proses belajar mengajar berjalan aman dan lancar bagi 637 siswa.

“Kami juga akan menemui pemangku Pura Dangka karena sekolah ini masih masuk wewidangan Pura Dangka. Rencananya Sabtu ini atau saat Tumpek Uye, namun masih kami koordinasikan kembali,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #kerauhan #belajar #irigasi #subak #Tri Sandya #panik #tabanan #sekolah #bebaturan #marga #siswa #SMPN 2 Marga #literasi