Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mudik Horor di Bali: Parkir Kargo Gilimanuk Disulap Jadi Penampungan Truk, Sopir Protes Waktu Tunggu Kian Panjang

Muhammad Basir • Rabu, 18 Maret 2026 | 10:34 WIB

 

DIKANDANGKAN: Sejumlah truk dikandangkan di areal parkir kargo untuk memperlancar arus penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk.
DIKANDANGKAN: Sejumlah truk dikandangkan di areal parkir kargo untuk memperlancar arus penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk.

RadarBuleleng.id - Parkir Kargo Gilimanuk yang sebelumnya difungsikan sebagai buffer zone kini dialihfungsikan menjadi area penampungan angkutan barang, Selasa (17/3/2026). 

Kebijakan tersebut diambil untuk mengurai kemacetan arus mudik di Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk sekaligus memperlancar arus penyeberangan menjelang penutupan saat Hari Raya Nyepi.

Sejak pagi, area parkir kargo masih digunakan sebagai buffer zone bagi kendaraan yang hendak menuju pelabuhan. 

Ratusan kendaraan sempat ditampung sementara sebelum dialihkan melalui jalur alternatif di tengah pemukiman warga.

Namun memasuki siang hari, fungsi kawasan tersebut berubah total. Seluruh kendaraan angkutan barang yang datang dari arah Denpasar langsung diarahkan masuk ke dalam parkir kargo untuk “dikandangkan”. 

Sementara kendaraan kecil atau mobil pribadi, tetap diperbolehkan melintas di jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Kepala Bidang Perhubungan Jembrana, I Gusti Putu Widana, menyebut kebijakan tersebut merupakan kewenangan kepolisian. 

“Kami sebagai pendukung saja. Kami mengikuti dan melaksanakan kebijakan kepolisian,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai upaya menekan kepadatan lalu lintas yang dalam beberapa hari terakhir mengalami kemacetan parah. 

Dengan menampung truk di area parkir, diharapkan arus kendaraan mudik yang menuju pelabuhan bisa lebih terkendali.

Meski demikian, kebijakan itu menuai keluhan dari para sopir truk. Mereka mengaku sudah kelelahan setelah terjebak macet berjam-jam di Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk, namun kini kembali harus menunggu di parkir kargo tanpa kepastian waktu.

“Kemarin disuruh masuk timbangan, katanya sebentar. Sekarang disuruh masuk kargo, katanya sebentar juga, tapi saya tidak percaya,” keluh Arif, sopir truk kontainer bermuatan tepung asal Surabaya.

Keluhan serupa disampaikan Anang, sopir kontainer asal Bekasi yang mengangkut keju dan daging. 

Ia mengaku sudah dua hari terjebak antrean di jalan nasional sebelum akhirnya diarahkan masuk ke parkir kargo. 

“Dua hari sudah habis waktu di jalan. Nanti berapa lama lagi ini?” ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, ribuan kendaraan masih berpacu dengan waktu menjelang penutupan layanan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang saat Hari Suci Nyepi.

Sesuai jadwal, penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang akan ditutup pada Kamis (19/3/2026) pukul 05.00 WITA dan akan kembali beroperasi pada Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WITA. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#angkutan barang #truk #mudik #dikandangkan #angkutan #jalan raya denpasar-gilimanuk #arus mudik #parkir #pelabuhan #kargo #gilimanuk #Buffer Zone #parkir kargo #mobil pribadi