Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Hattrick, Buleleng Kembali Raih Penghargaan TP2DD Kabupaten Terbaik di Wilayah Jawa-Bali

Eka Prasetya • Senin, 23 September 2024 | 21:52 WIB

 

HATTRICK: Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menunjukkan trophi penghargaan TP2DD dari pemerintah pusat.
HATTRICK: Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menunjukkan trophi penghargaan TP2DD dari pemerintah pusat.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kabupaten Buleleng kembali meraih penghargaan sebagai Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) tahun 2024. 

Penghargaan tahun ini menjadikan Buleleng berhasil meraih penghargaan tersebut untuk ketiga kalinya alias hattrick.

Kabupaten Buleleng diketahui telah meraih penghargaan tersebut pada tahun 2022 dan tahun 2023 lalu.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPANRB) RI Abdullah Azwar Anas selaku anggota Satuan Tugas (Satgas) TP2DD kepada Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, di Jakarta, Senin (23/9/2024).

Turut hadir Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Satgas TP2DD, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Buleleng berhasil meraih TP2DD  Kabupaten Terbaik di Wilayah Jawa dan Bali. Dengan capaian itu, Buleleng berhasil mengungguli Kabupaten Tangerang di Provinsi Banten dan Kabupaten Ciamis di Provinsi Jawa Barat.

Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengatakan, pencapaian tersebut merupakan sebuah bukti dari komitmen Pemkab Buleleng untuk memperluas digitalisasi pada segala aspek di Buleleng. Salah satunya adalah digitalisasi dalam bidang perekonomian. 

Menurutnya digitalisasi menjadi sangat penting, khususnya dalam bidang perekonomian dan keuangan daerah. 

Dengan menerapkan digitalisasi, transparansi dan akuntabilitas dari pengelolaan keuangan daerah menjadi terjaga.

“Yang dinilai adalah komitmen dari kepala daerah beserta jajarannya berkaitan dengan digitalisasi khususnya pada bidang transaksi keuangan,” jelasnya.

Penghargaan tersebut juga menjadi sebuah bentuk konsistensi dalam percepatan dan perluasan digitalisasi. 

Upaya-upaya konkret harus dilakukan untuk mempercepat dan memperluas akses digitalisasi. Termasuk digitalisasi dalam pembayaran pajak dan pengelolaan pendapatan bukan pajak. 

Selain itu, elektronifikasi keuangan dengan melibatkan instansi terkait seperti Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) serta pihak-pihak terkait lainnya.

“BPKPD telah mewujudkan sebuah sistem berbasis elektronik dalam hal menjalankan tugas pokok dan fungsinya terkait anggaran, transaksi keuangan dan didukung oleh SDM serta infrastruktur digital yang memadai,” ujar Lihadnyana.

Sementara itu, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan ada peningkatan kinerja TP2DD. Hal itu tercermin dari peningkatan partisipasi dan juga skor rata-rata Championship TP2DD. 

Jumlah Pemerintah Daerah (Pemda) yang berpartisipasi dalam evaluasi kinerja tahun 2023 telah meningkat dan mencapai 489 pemda atau 90,2 persen. Pada tahun 2024 meningkat menjadi 512 pemda atau 93,7 persen.

“Kemudian skor rata-rata meningkat dari tahun 2023 sebesar 43,37 menjadi 51,40 pada tahun 2024. Ini menunjukkan peningkatan kinerja yang baik dari TP2DD di daerah,” demikian Airlangga. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Pj. Bupati Buleleng #TP2DD #ketut lihadnyana #pemkab buleleng #penghargaan #buleleng