SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ratusan pegawai kontrak di Pemkab Buleleng gagal melalui tes Seleksi Kompetensi Teknis pada rekrutmen Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1.
Data yang dihimpun RadarBuleleng.id dari Panitia Seleksi Nasional Pengadaan ASN 2024, setidaknya ada 264 orang pegawai kontrak yang gagal dalam seleksi kompetensi.
Penyebabnya, mereka melamar pada formasi lain. Sehingga tidak terjadi penumpukan formasi. Dampaknya, salah seorang diantaranya harus legawa tidak lulus.
Ilustrasinya, tenaga administrasi yang sudah bertugas di SD Negeri, justru melamar pada formasi di SMP Negeri.
Dampaknya saat seleksi kompetensi, tenaga administrasi di SD Negeri harus tersingkir. Karena tidak melamar pada formasi awal.
Meski gagal pada seleksi tahap pertama, para pegawai kontrak itu dijanjikan akan lolos pada seleksi tahap kedua.
Hal itu diungkapkan Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana kepada RadarBuleleng.id, Kamis (2/1/2025).
“Nanti di periode kedua akan kena (lolos, Red) kalau nilainya optimal. Pada hakikatnya semua akan lolos,” kata Lihadnyana.
Ia mengakui pada rekrutmen lalu, cukup banyak pegawai yang melamar di luar instansi asal.
“Misalnya dia dari tenaga kontrak di dinas pendidikan, tahu-tahunya dia melamar ke dinas lain. Sementara di sana sudah ada yang mengisi,” katanya.
Lebih lanjut Lihadnyana mengatakan, pada rekrutmen PPPK tahap dua nanti, para pelamar di tahap pertama tidak perlu mengikuti tes.
“Sebab mereka sudah punya nilai. Yang jelas, nanti ada formasi di periode kedua,” demikian Lihadnyana.
Asal tahu saja, mengacu pengumuman rekapitulasi hasil kompetensi PPPK yang diterbitkan Panitia Seleksi Nasional Pengadaan ASN 2024, setidaknya ada 264 orang pegawai kontrak yang gagal melewati tahap Seleksi Kompetensi.
Sebanyak 21 orang diantaranya merupakan tenaga kesehatan, 23 orang tenaga teknis di instansi dinas dan kantor camat, dan 220 orang sisanya merupakan tenaga administrasi di TK Negeri, SD Negeri, serta SMP Negeri. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya