SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Sebanyak 12 orang staf Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng mengikuti pelatihan bahasa isyarat di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Buleleng.
Pelatihan yang sudah berjalan selama sepekan ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi pegawai dengan penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu wicara.
Para peserta dilatih langsung oleh guru dan siswa disabilitas rungu wicara di SLB Negeri 1 Buleleng.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif, karena para pegawai bisa langsung belajar melalui praktik komunikasi sehari-hari menggunakan bahasa isyarat.
“Pelatihan ini sangat penting, karena penyandang tuna wicara kerap mengalami hambatan dalam mengakses informasi akibat keterbatasan komunikasi,” ujar Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Buleleng, Maman Wahyudi, Rabu (29/10/2025).
Menurut Maman, pelatihan tersebut menjadi langkah Dinsos Buleleng untuk memperkuat pelayanan sosial yang inklusif.
Ia mencontohkan sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak penyandang disabilitas yang pernah terjadi di Buleleng, menjadi alarm bagi pemerintah untuk lebih peka dan tanggap.
“Ketika ada permasalahan yang menimpa penyandang disabilitas, pegawai Dinsos harus menjadi garda terdepan, bukan hanya membantu penyelesaian kasus, tapi juga memulihkan kondisi psikologis korban,” jelasnya.
Salah satu kasus yang sempat menyita perhatian publik adalah peristiwa yang menimpa KAA, 33, seorang perempuan tuna rungu wicara di Kecamatan Buleleng yang menjadi korban rudapaksa oleh seorang kakek berinisial IMS, 75, hingga hamil.
Selama ini, Dinsos Buleleng masih bergantung pada juru bahasa isyarat (JBI) ketika berhadapan dengan kasus-kasus yang melibatkan penyandang disabilitas. Karena itu, kemampuan staf untuk memahami dan menggunakan bahasa isyarat dinilai sangat penting.
“Adanya kasus itu menjadi momentum bagi kami. Pemerintah harus bisa memahami bahasa mereka, karena itu bagian dari pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas,” tegas Maman.
Ke depan, Dinsos Buleleng juga berencana memperluas pelatihan serupa ke tingkat kecamatan, agar para pilar sosial di desa dan kecamatan bisa ikut mendukung pelayanan yang lebih ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya