SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Persoalan jalan rusak, jaringan irigasi, hingga rumah tidak layak huni masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Buleleng, Bali.
Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PU-Perkim) Buleleng menargetkan percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur pada 2027 mendatang.
Target itu mengemuka dalam Forum Perangkat Daerah yang digelar di Ruang Rapat Dinas PU-Perkim, Selasa (3/3/2026).
Forum tersebut merupakan bagian dari tahapan penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kabupaten Buleleng Tahun 2027.
Kepala Dinas PU-Perkim Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, menegaskan fokus pembangunan 2027 diarahkan pada kebutuhan dasar masyarakat yang belum tertangani secara optimal.
“Di tahun 2027, kami fokus pada kegiatan-kegiatan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Menurutnya, infrastruktur jalan masih menjadi keluhan utama warga di sejumlah wilayah. Karena itu, peningkatan kualitas dan perbaikan jalan akan menjadi prioritas dalam rencana kerja mendatang.
“Masalah jalan juga masih banyak harus kita selesaikan,” ungkap Adiptha.
Tak hanya jalan, sektor irigasi juga masuk dalam agenda prioritas. Perbaikan jaringan irigasi dinilai krusial untuk menjaga produktivitas lahan pertanian dan memastikan pasokan air tetap terjaga, terutama saat musim kemarau.
Di sisi lain, persoalan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah juga menjadi sorotan.
Masih banyak rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai kecamatan. Kebutuhan lahan untuk pembangunan hunian yang layak pun dinilai masih cukup besar.
“Rumah-rumah untuk masyarakat yang kurang mampu harus kita eksekusi,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya