Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Petani Kakao di Bali Tersenyum, Harga Jual Melambung Tinggi

Muhammad Basir • Jumat, 28 Juni 2024 | 01:40 WIB
KAKAO: Suasana penjemuran kakao di Jembrana. Saat ini harga kakao menyentuh rekor tertinggi.
KAKAO: Suasana penjemuran kakao di Jembrana. Saat ini harga kakao menyentuh rekor tertinggi.

RadarBuleleng.id - Petani kakao alias cokelat di Bali, khususnya lagi di Kabupaten Jembrana tengah tersenyum bahagia.

Penyebabnya harga kakao mengalami peningkatan drastis. Bahkan disebut menyentuh harga tertinggi dalam sejarah. 

Melonjaknya harga kakao karena permintaan kakao secara global sangat tinggi. Sementara produksi menurun.

"Kenaikan harga kakao ini terjadi sejak beberapa bulan lalu, naiknya secara bertahap dan hari ini cukup tinggi," ujar Ketua Koperasi Kerta Semaya Samaniya Jembrana, I Ketut Wiadnyana, kemarin (26/6/2024).

Baca Juga: Lapor Pak! Karena Harga Beras Naik, Sebanyak 510.750 Kg Beras Disalurkan ke Buleleng

Menurutnya koperasi kini menjual kakao dengan harga Rp 154 ribu per kilogram. Itu pun kakao tanpa fermentasi.

Wiadnyana menyebut kini pasar kakao sangat luas. Bukan hanya di domestik, tapi juga di ranah global.

Tingginya permintaan itu, tidak diimbangi dengan ketersediaan hasil panen. Ditambah lagi secara global terjadi gagal panen di Ghana dan Pantai Gading.

Petani di kedua negara itu pusing akibat serangan hama. Padahal kedua negara itu merupakan penyuplai kakao global. Tidak heran harga kakao kini melambung tinggi.

Baca Juga: Jatah Pupuk Bersubsidi Bagi Petani di Buleleng Dipangkas, Harga Beras Terancam Naik

Saat ini para pemain kakao global mengintip peluang membeli kakao di Asia. Khususnya di Indonesia sebagai penghasil kakao terbesar di Asia.

"Produksi kakao Jembrana sebenarnya cukup bervariasi, tergantung kondisi cuaca," ujarnya.

Tahun ini, ia memprediksi hasil kakao di Jembrana cukup baik. Karena minat para petani kakao mulai tinggi. 

"Prospek kedepannya pertanian kakao sangat cerah dibandingkan komoditi lain," tegasnya. 

Asal tahu saja saat ini harga kakao basah di tingkat petani mencapai Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. 

Sedangkan harga jual kakao kering per kilogram menyentuh Rp 155 ribu hingga Rp 165 ribu. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #petani #kakao