SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pedagang daging babi di Buleleng menjerit. Penyebabnya harga daging babi dalam beberapa minggu terakhir ini melonjak tinggi.
Seperti yang terjadi di Pasar Banyuasri, Buleleng. Pedagang gigit jari, karena harga daging babi naik tinggi. Konsumen pun enggan membeli.
Seperti yang dialami Kadek Sari Saptarini, pedagang di pasar tumpah Banyuasri. Kini hari-hari ia alami dengan sepi pembeli.
Konsumen kini ogah membeli daging babi. Karena harganya melambung tinggi. Bahkan nyaris dua kali lipat dari harga normal.
Baca Juga: Pedagang Ngaku Penjualan Daging Babi Jelang Galungan Sepi Pembeli, Ternyata Ini Penyebabnya…
Sari mengungkap kini harga daging babi menyentuh angka Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu per kilogram. Kondisi itu terbilang anomali.
Lazimnya, harga daging babi melambung tinggi menjelang hari raya keagamaan. Faktanya sejak Oktober hingga Desember tidak ada hari raya keagamaan.
"Tidak ada hari raya besar seperti Galungan dan Kuningan, termasuk Pagerwesi. Tetapi harga daging babi tetap tinggi," ungkap Kadek.
Lazimnya, harga daging babi hanya Rp 60 ribu per kilogram. Kalau toh ada kenaikan, biasanya mencapai Rp 80 ribu.
Kini anomali harga daging babi, menyebabkan para pedagang merugi. Apalagi langganan dirinya adalah para pedagang kuliner.
"Karena kebanyakan pelanggan saya pedagang nasi juga. Sekarang mulai berkurang," jelas pedagang asal Kelurahan Kaliuntu, Buleleng itu.
Kadek Sari memberi ilustrasi. Dalam kondisi normal, ia bisa menjual hingga 10 ekor babi. Namun kini paling banyak hanya 7 ekor babi.
"Kata pengepul sih kesulitan mencari babi karena banyaknya babi mati akibat virus," katanya.
Sementara itu salah seorang konsumen, Ketut Taman mengaku dirinya sudah jarang membeli daging babi. Penyebab utamanya, harga daging babi mahal.
“Ya karena mempengaruhi daya beli,” ujarnya.
Taman mengaku kini dirinya semakin jarang membeli daging babi untuk konsumsi keluarga sehari-hari.
“Saya memilih untuk membeli lauk lain yang lebih murah, misalnya tempe tahu,” katanya. (kontributor: ketut okta yunita)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya