Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Relokasi Berakhir, Pasar Ijogading Kembali Sepi: Ratusan Kios dan Los Mangkrak

Muhammad Basir • Jumat, 2 Mei 2025 | 18:06 WIB

 

KOSONG MELOMPONG: Kondisi di lantai dua Pasar Ijogading, Kabupaten Jembrana, Bali.
KOSONG MELOMPONG: Kondisi di lantai dua Pasar Ijogading, Kabupaten Jembrana, Bali.

RadarBuleleng.id
– Aktivitas di Pasar Ijogading, Kabupaten Jembrana, Bali, kembali lesu. Pasar sepi karena masa relokasi pedagang dari Pasar Umum Negara sudah berakhir. 

Meski memiliki tiga lantai, namun hanya lantai satu dan area parkir yang tampak hidup di pagi hari. Sementara lantai dua dan tiga nyaris tak tersentuh pedagang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sebagian besar los dan kios di lantai satu masih beroperasi secara rutin. Namun, kondisi berbeda terlihat di lantai atas yang kini tampak kosong dan tanpa aktivitas niaga.

Menariknya, justru pedagang insidentil—yakni mereka yang tidak memiliki kios tetap—mendominasi kegiatan di pasar. 

Mereka berjualan di halaman parkir dan tetap bertahan karena telah memiliki pelanggan setia, meski belum mengantongi Surat Keterangan Retribusi (SKR) resmi dari pemerintah.

Data dari Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Jembrana mencatat bahwa ada 88 kios di pasar tersebut. Tapi hanya 17 kios yang aktif dan 71 kios tidak beroperasi. 

Sementara dari 120 los, hanya 44 unit los yang digunakan dan sisanya 77 unit los kosong. Sedangkan jumlah pedagang insidentil di halaman mencapai 50 orang.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, pasar sempat ramai ketika menjadi tempat relokasi selama pembangunan Pasar Umum Negara. Namun setelah proyek selesai, Peken Ijogading kembali ditinggal sepi.

“Ada beberapa pedagang yang memilih bertahan, terutama pedagang insidentil. Tapi secara umum, lantai dua dan tiga tidak aktif,” jelas Adinata.

Padahal, menurutnya, sebagian besar kios dan los di lantai atas sudah ada pemiliknya dan telah memiliki SKR. Namun, belum ada aktivitas jual beli di area tersebut.

Meski demikian, Adinata menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan disebut telah menyiapkan rencana untuk menghidupkan kembali pasar berlantai tiga tersebut setelah program prioritas 100 hari kerja rampung.

“Rencananya lantai dua akan digunakan untuk pedagang barang elektronik, sedangkan lantai tiga tetap difungsikan untuk fasilitas hiburan seperti sebelumnya. Sudah masuk dalam perencanaan ke depan,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pasar #jembrana #relokasi #pedagang #los #kios