Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Budidaya Lebah Trigona, Petani di Bali Berhasil Raup Cuan dari “Tuyul Madu”

Juliadi Radar Bali • Minggu, 17 Agustus 2025 | 23:48 WIB

 

CUAN: Salah seorang petani yang melakukan budidaya lebih trigona.
CUAN: Salah seorang petani yang melakukan budidaya lebih trigona.

RadarBuleleng.id - Lebah Trigona (Apis trigona) yang berukuran mungil ternyata menyimpan potensi besar. 

Selain menghasilkan madu berkualitas tinggi, budidaya lebah tanpa sengat ini juga mampu menambah penghasilan petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Inovasi inilah yang digarap Kelompok Tani (Poktan) Wana Kelo, Desa Wanasari, Kabupaten Tabanan, Bali. 

Bagi mereka, memelihara lebah trigona ibarat merawat “tuyul madu”. Cukup disiapkan sarang, lebah akan mencari pakan sendiri dari bunga-bunga di sekitar. Hasilnya tinggal dipanen setiap bulan.

Menurut Ketua Poktan Wana Kelo, Putu Nurata, jenis lebah trigona yang dibudidayakan adalah Lavicet Sp dan Terminata Sp. 

“Rata-rata anggota punya 15 sampai 20 stup, sementara saya sendiri sudah punya 50 stup (sarang),” ujarnya.

Budidaya lebah klanceng—sebutan lain trigona—telah dijalankan kelompok ini selama dua tahun lebih. 

Selain sebagai tambahan penghasilan, usaha ini juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem karena lebah trigona berperan penting dalam penyerbukan tanaman buah maupun bunga.

Proses pemeliharaannya pun tergolong mudah dan murah. Sarang bisa dibuat dari kayu berbentuk kotak sederhana. 

“Sambil bertani, petani bisa sekalian beternak lebah trigona. Modalnya kecil, tapi hasilnya menjanjikan,” jelas Nurata.

Panen madu dilakukan sebulan sekali. Produk yang dihasilkan dipasarkan dalam dua ukuran yakni botol kecil seharga Rp 100 ribu dan botol besar Rp 200 ribu. 

Permintaan madu cukup tinggi, baik dari konsumen di Tabanan maupun luar daerah. “Banyak yang mencari karena khasiatnya dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh,” imbuhnya.

Pemerintah Desa Wanasari pada 2023 telah menggelar bimbingan teknis (bimtek) budidaya lebah trigona bagi para petani. 

Nurata berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan lahan kosong untuk usaha ini agar dapat menambah penghasilan keluarga.

Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Made Subagia. Ia menyebut budidaya lebah trigona sangat prospektif karena memadukan aspek ekonomi dan ekologi. 

“Kami mendorong kelompok tani untuk mengembangkan inovasi seperti ini. Lebah trigona tidak hanya menambah pendapatan, tapi juga menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Dinas Pertanian Tabanan berjanji akan memberikan pendampingan agar produk madu dan propolis dari Wanasari bisa menembus pasar yang lebih luas. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #petani #kelompok tani #sarang #budidaya #tuyul #lebah #trigona #madu #Penghasilan