Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali Utara, Pelabuhan Celukan Bawang Optimalkan Layanan Kargo dan Kapal Pesiar

Francelino Junior • Minggu, 4 Januari 2026 | 13:39 WIB

 

OPTIMALKAN LAYANAN: Suasana di Pelabuhan Celukan Bawang saat sebuah kapal pesiar berlabuh berdampingan dengan kapal kargo.
OPTIMALKAN LAYANAN: Suasana di Pelabuhan Celukan Bawang saat sebuah kapal pesiar berlabuh berdampingan dengan kapal kargo.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pelabuhan Celukan Bawang memastikan aktivitas layanan kargo dan kapal pesiar (cruise) dapat berjalan optimal dan beriringan. 

Langkah tersebut ditempuh untuk memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat di sekitar pelabuhan.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat peran Pelabuhan Celukan Bawang sebagai hub wisata bahari dan kargo di Bali Utara. 

Optimalisasi dua layanan ini juga diharapkan mendukung keberlanjutan sektor pariwisata dan ekonomi regional.

“Kedepannya, layanan kargo diharapkan dapat dilaksanakan secara bersamaan dengan layanan cruise. Demi mewujudkan peningkatan pendapatan daerah dan perekonomian Kabupaten Buleleng,” ujar General Manager (GM) Pelindo Cabang Celukan Bawang, Mochammad Imron, Sabtu (3/1).

Imron menjelaskan, saat ini Pelabuhan Celukan Bawang masih menunggu persetujuan Kementerian Perhubungan terkait Rencana Induk Pelabuhan (RIP). 

Di sisi lain, Pelindo juga tengah menjajaki kerjasama dengan sejumlah mitra strategis, termasuk pemilik kargo energi, semen, dan aspal, guna meningkatkan daya tarik serta volume layanan kargo.

Berbagai upaya peningkatan layanan kargo telah dilakukan. Di antaranya perkerasan dan pengaspalan jalan di area gate masuk pelabuhan serta penerapan sistem autogate sejak 2025. 

Langkah tersebut diharapkan mampu memperlancar dan mengefisienkan operasional bongkar muat.

Sementara itu, dari sektor pariwisata, Pelabuhan Celukan Bawang mencatat lonjakan kunjungan kapal pesiar. 

Menurut Imron, peningkatan ini menjadi indikator tumbuhnya kepercayaan operator kapal pesiar terhadap kesiapan infrastruktur dan profesionalisme pelayanan pelabuhan di Bali Utara. 

Kondisi ini sekaligus memperkuat posisi Celukan Bawang sebagai gerbang wisata bahari di wilayah Bali Utara.

Untuk mengakomodasi kapal pesiar, sejumlah strategi peningkatan layanan terus dilakukan. 

Mulai dari perkerasan area parkir kendaraan yang telah difungsikan sejak November 2025, hingga pembangunan terminal penumpang yang ditargetkan rampung pada pertengahan Januari 2026.

Dampak positif dari meningkatnya kunjungan kapal pesiar pun mulai dirasakan masyarakat di empat desa penyangga pelabuhan, yakni Desa Celukan Bawang, Pengulon, Tinga-tinga, dan Tukadsumaga. 

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) serta pelaku UMKM lokal.

“Sementara sebagian TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat), berperan ganda sebagai anggota sanggar atau driver freelance,” tandas Imron. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #semen #celukan bawang #bahari #pelabuhan #kargo #pelabuhan celukan bawang #wisatawan #pelindo #bongkar muat #ekonomi #cruise #aspal #kapal pesiar