RadarBuleleng.id - Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait stok BBM nasional yang disebut hanya mampu bertahan selama 20 hari sempat memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Isu tersebut dikaitkan dengan dampak konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran yang memengaruhi distribusi energi global.
Meski demikian, kondisi di lapangan hingga saat ini masih terkendali. Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dipastikan tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Manager Communication, Relations, dan CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menegaskan pihaknya terus menjaga stabilitas pasokan BBM di Bali.
Menurutnya, distribusi dilakukan secara berkelanjutan melalui perencanaan pengisian ulang stok.
“Selalu dipastikan tersedia, karena proses refill atau pengisian stok berjalan terus-menerus,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi, Pertamina juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
“Koordinasi kami lakukan dengan semua sektor, termasuk pemerintah daerah dan APH,” imbuhnya.
Terkait isu kenaikan harga BBM yang santer beredar, Ahad Rahedi menegaskan bahwa informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah mengenai penyesuaian harga.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak benar. Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi terkait kenaikan harga,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Bali, Dewa Ananta, enggan memberikan banyak komentar terkait kondisi stok BBM. Ia menyebut seluruh informasi resmi disampaikan melalui pihak Pertamina.
“Semua satu pintu di Pertamina region,” ujarnya singkat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya