Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bukan Rebutan Cewek, Ini Pemicu Baku Hantam Pelajar Buleleng Versi Polisi

Francelino Junior • Senin, 15 Desember 2025 | 13:07 WIB

 

DAMAI: Suasana mediasi pelajar yang terlibat baku hantam di Desa Patas, Gerokgak.
DAMAI: Suasana mediasi pelajar yang terlibat baku hantam di Desa Patas, Gerokgak.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Aksi baku hantam dua siswa SMAN 1 Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, yang terekam kamera dan viral di media sosial akhirnya berujung damai. 

Perkelahian tersebut dipicu persoalan asmara dan salah paham, yang memantik emosi kedua belah pihak.

Dua siswa yang terlibat adalah Made KDM, 16, dan Kadek WE, 16. 

Mereka terlibat adu jotos di kawasan Pantai Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, pada Jumat (12/12/2025). 

Dalam video berdurasi 1 menit 39 detik yang beredar luas, terlihat kedua pelajar satu sekolah itu saling memukul di sebuah lahan terbuka, disaksikan teman-temannya. Meski sempat memanas, keduanya akhirnya saling bersalaman.

Pasca video tersebut viral, pihak sekolah langsung bergerak cepat. Kedua siswa bersama orang tua masing-masing dipanggil ke sekolah pada Sabtu (13/12/2025) sekitar pukul 12.00 WITAuntuk menyelesaikan persoalan. 

Proses mediasi dipimpin kepala sekolah dengan didampingi oleh pihak kepolisian.

Hasilnya, kedua belah pihak sepakat berdamai dan menuangkan kesepakatan tersebut dalam surat pernyataan bersama.

Kapolsek Gerokgak, Kompol Made Derawi mengatakan, perkelahian pelajar tersebut dipicu permasalahan asmara atau hubungan dengan seorang perempuan. 

Hal itu menimbulkan kesalahpahaman serta emosi antara kedua siswa sehingga berujung pada perkelahian.

Ia menambahkan, konflik bermula karena salah satu siswa tersinggung setelah pacarnya mendapat kata-kata kasar, yang kemudian memicu emosi dan berujung perkelahian.

“Ya model tersinggung aja itu. Tersinggung karena pacarnya diomongin kasar,” kata Derawi pada Minggu (14/12/2025).

Dengan diselesaikannya kasus tersebut secara kekeluargaan, pihak sekolah berharap para siswa dapat menjaga sikap, kedisiplinan, serta nama baik sekolah. 

Sebagai langkah lanjutan, SMAN 1 Gerokgak akan melakukan pemantauan terhadap perilaku siswa yang terlibat, sekaligus memperkuat pembinaan karakter melalui layanan bimbingan dan konseling.

”Tidak terdapat tuntutan lanjutan dari masing-masing pihak. Siswa juga diberikan pembinaan serta sanksi edukatif, sesuai tata tertib sekolah,” lanjut Kompol Derawi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#SMAN 1 Gerokgak #bali #viral #asmara #kepala sekolah #adu jotos #pelajar #gerokgak #kepolisian #baku hantam #patas #sekolah #buleleng #siswa #perkelahian #media sosial