SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Peristiwa perusakan yang terjadi di Pura Segara Desa Adat Buleleng membuat krama resah.
Pembobolan itu memicu pintu besi dan pintu kayu di gedong simpen mengalami kerusakan. Syukurnya tidak ada barang berharga yang hilang.
Rupanya peristiwa pembobolan itu bukan peristiwa pertama yang terjadi di Pura Segara. Tapi sudah peristiwa yang ketiga.
Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna mengatakan, peristiwa pembobolan pertama terjadi sekitar enam bulan lalu.
Sutrisna menceritakan, saat itu penjaga pura mendapati pintu gedong simpen dalam kondisi rusak.
Setelah diperiksa, ternyata bokor dan dulang kuno yang biasa digunakan oleh pemangku setempat hilang digondol maling.
Kemudian sekitar empat bulan lalu, peristiwa serupa kembali terjadi. Kali ini barang-barang elektronik di gedong simpen yang raib.
Baca Juga: Maling Pratima Pura di Buleleng Ternyata Local Boy. Salah Satunya Masih Anak-Anak
Terakhir, aksi pembobolan kembali terjadi pada Selasa (24/9/2024). Kali ini, tidak ada barang yang hilang.
”Sepertinya yang membobol kecele, dikira ada barang yang disimpan di sana. Padahal sudah kami pindahkan ke tempat rahasia dengan pintu besi dan lemari besi,” ujar Sutrisna.
Menurut Sutrisna, peristiwa pembobolan itu selalu terjadi pada momentum tertentu. Yakni setelah piodalan.
Dia menduga, pencuri sengaja mencuri setelah piodalan, karena menduga barang-barang yang digunakan usai upacara akan disimpan kembali di gedong simpen.
Lebih lanjut Sutrisna mengatakan, pihaknya telah berupaya melakukan langkah pencegahan aksi pencurian.
Caranya dengan memasang CCTV di beberapa titik. Hanya saja CCTV itu masih dianggap belum optimal.
“Karena masih menggunakan kaset. Kami akan ganti, supaya lebih aman,” katanya.
Selain itu pihaknya juga telah memasang pintu besi serta memperkuat pintu kayu. Hanya saja, pintu itu juga dirusak maling.
“Padahal pintu besi itu baru kami pasang sekitar tiga minggu yang lalu. Sekarang sudah rusak lagi dibobol,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pura Segara Desa Adat Buleleng dibobol maling. Diduga maling mengincar barang berharga seperti barang elektronik dan pratima.
Kali ini pembobolan yang terjadi pada Selasa (24/9/2024) itu tidak membuahkan hasil. Sebab desa adat memindahkan lokasi penyimpanan barang-barang berharga. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya