Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Operasi Pekat, Polda Bali Tangkap 2 Preman yang Meresahkan dan 34 Pelaku Narkoba

Andre Sulla • Minggu, 18 Mei 2025 | 01:05 WIB
Dua pria berbadan kekar mengenakan pakaian tahanan Polda Bali. Mereka terjaring dalam Operasi Pekat Agung 2025.
Dua pria berbadan kekar mengenakan pakaian tahanan Polda Bali. Mereka terjaring dalam Operasi Pekat Agung 2025.

Radarbuleleng.jawapos.com- Operasi Pekat Agung 2025 berakhir. Polda Bali beserta jajaran menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dari Operasi Pekat Agung, Polda Bali hanya mengamankan dua preman. Walaupun demikian, jika digabungkan dengan Polresta, Polres, hingga Polsek jajaran, jumlahnya 56 kasus aksi premanisme di seluruh wilayah Bali.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, S.I.K., menjelaskan selama pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2025, Polda Bali dan jajaran berhasil mengungkap 56 kasus aksi premanisme.

Penangkapan preman ini untuk mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif dan tidak terganggunya iklim investasi di Indonesia, khususnya di wilayah Bali.

Terutama terkait dengan aksi premanisme, maka selama 8 hari, sejak tanggal 5-12 Mei 2025, dalam pelaksanaan Operasi Pekat Polda Bali dan jajaran melibatkan 715 personel.

Di antaranya Polda 200 personel dan Polres/ta jajaran 525 personel, dengan target operasi (TO) aksi premanisme.

Juga dilanjutkan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan, targetnya sama yaitu aksi premanisme.

"Dari pelaksanaan Operasi Pekat tersebut, Polda Bali dan jajaran berhasil mengungkap 56 kasus aksi premanisme dengan 56 tersangka," katanya, dalam konferensi pers yang digelar Jumat, 16 Mei 2025, didampingi Kasubbid Penmas dan Kasubdit Ditreskrimum, serta Kasubdit Narkoba.

Juru Bicara (Jubir) Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy juga menyampaikan, dibanding dengan polda-polda lain di mana pengungkapan aksi premanisme rata-rata berjumlah diatas dua ratus kasus, hasil Operasi Pekat Polda Bali termasuk sedikit. "Walaupun sedikit, tidak mengapa," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, hasil pengungkapan aksi premanisme Polda Bali sedikit, membuktikan bahwa wilayah hukum Bali masih sangat aman. Terutama dari aksi premanisme, dan situasi Kamtibmas Bali secara umum masih sangat aman dan kondusif.

Tentunya keamanan Bali tidak terlepas dari dukungan masyarakatnya yang sangat peduli dan sadar akan pentingnya menjaga keamanan dan kerukunan. 

Termasuk peran para Pecalang Adat Bali yang sangat aktif dalam menjaga wilayah adatnya masing-masing, dan terpenting sinergitas TNI-Polri serta stakeholder terkait lainnya dalam menjaga situasi Kamtibmas Bali agar tetap aman dan kondusif.

“Mari bersama menjaga kerukunan dan keamanan, semoga kedepan Bali yang dicintai sebagai salah satu pulau tujuan wisata terbaik di Indonesia bahkan di dunia tetap ajeg, aman, dan damai,” ungkapnya.

Saat yang bersamaan, mantan Kabid Humas Polda NTT ini juga menerangkan keberhasilan Direktorat Narkoba dan jajarannya mengungkap 2,7 kg narkotika berbagai jenis.

Pengungkapan tersebut dilakukan sejak bulan April hingga 14 Mei 2025.

Adapun rincian barang bukti dari jenis dan berat masing-masing narkotika yang diamankan yaitu, sabu 964,61 gram, KTC 7,56 gram, ganja 1343,31 gram, kokain 48,62 gram, MDMA 337 gram.

"Jumlah keseluruhan: 2701,1 gram atau 2,701 kg," ungkapnya.

Dari hasil pengungkapan tersebut, Polda Bali menetapkan 34 orang tersangka, dan di antaranya ada 8 WNA sebagai tersangka yang diamankan saat membawa narkotika di kawasan maupun di sekitar Bandara Ngurah Rai.

"Dari barang bukti sebanyak itu, dapat menyelamatkan sekitar 4.589 orang generasi anak bangsa dari bahaya pengaruh narkotika," bebernya.

Saat ini para tersangka sudah ditahan di Rutan Polda Bali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan menjalani proses hukum yang berlaku.

Pengungkapan ini membuktikan masih maraknya peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polda Bali.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk saling awasi, saling mengingatkan akan bahaya ancaman pengaruh narkoba terhadap generasi bangsa.

"Karena narkoba merupakan musuh kita bersama, maka Polda Bali dan jajaran berkomitmen perang melawan dan memberantas segala bentuk peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Bali," pungkas Kombes Pol Ariasandy.***

Editor : Donny Tabelak
#pecalang #Desa adat #premanisme #polda bali #Operasi Pekat Agung