RadarBuleleng.id – Tiga warga negara asing (WNA) asal Australia yang terlibat dalam kasus penembakan di sebuah vila kawasan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, mulai buka suara.
Salah satu dari dua senjata api yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan tersebut telah ditemukan di sebuah sungai di wilayah Tabanan, Bali.
Hal itu disampaikan Kapolda Bali, Irjen Daniel Adityajaya dalam konferensi pers di Mapolres Badung, Kamis (26/6/2025).
Tiga tersangka yakni Darcy Francesco Jenson, 37, Coskun Mevlut, 23, dan Tupou Pasa I Midolmore, 37, dihadirkan dengan pengamanan ketat. Mereka bertiga mengenakan borgol dan rantai.
"Hasil pengembangan kasus mulai menunjukkan titik terang. Salah satu dari dua senjata api yang diduga digunakan dalam kejadian itu berhasil kami temukan," ujar Daniel.
Menurut Daniel, tersangka Darcy tiba terlebih dahulu di Bali pada awal April 2025 dan mempersiapkan sejumlah perlengkapan.
Barang-barang tersebut antara lain dua unit sepeda motor Yamaha Lexi, satu unit Toyota Fortuner putih DK 1537 ABB, dan satu Suzuki XL7 putih DK 1339 FBL. Ia menginap di sebuah hotel yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian.
Sementara dua rekannya, Coskun dan Tupou, tiba di Indonesia pada Selasa (10/6/2025) melalui Bandara Internasional Soekarno–Hatta, lalu melanjutkan perjalanan ke Sidoarjo, Jawa Timur, dengan bus.
Darcy menjemput mereka menggunakan Fortuner dan bertukar kendaraan di wilayah Tabanan sebelum bersama-sama menuju Bali.
Setelah penjemputan, mereka menginap di Further Hotel di kawasan Pererenan, Mengwi, Badung.
Aksi penembakan terjadi pada Sabtu (14/6/2025) dini hari, di sebuah vila bernama Casa Cantisya 1, Gang Maja, Desa Munggu, Mengwi.
Para pelaku diduga menyamar dengan mengenakan jaket ojek online dan membawa alat berat seperti palu.
Usai kejadian, para pelaku melarikan diri menggunakan Fortuner dan meninggalkan dua sepeda motor di dekat tempat kejadian. Mobil Fortuner kemudian ditinggalkan di wilayah Dauh Peken, Tabanan.
Setelah itu, mereka menyeberang ke Pulau Jawa dan menggunakan Suzuki XL7 yang sebelumnya dititipkan di Tabanan. Dari Sidoarjo, mereka naik kendaraan travel menuju Bandara Soekarno–Hatta.
"Beberapa barang bukti dibuang di lokasi berbeda. Salah satu senjata api berhasil ditemukan di sungai, sekitar tujuh meter dari titik pembuangan," tambah Kapolda.
Suzuki XL7 tersebut ditemukan di Jalan Bungurasih Timur, Sidoarjo, Jawa Timur. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami keterlibatan masing-masing pelaku dan memastikan siapa yang membawa serta menggunakan senjata saat kejadian.
Hingga kini, polisi belum dapat mengungkap sepenuhnya motif di balik aksi penembakan tersebut. Coskun dan Tupou disebut masih minim memberikan keterangan saat diinterogasi.
"Kami terus mendalami motif para pelaku. Proses penyelidikan juga melibatkan kepolisian federal Australia (AFP) dan pengacara masing-masing tersangka," ungkap Irjen Daniel.
Ia juga menyebutkan bahwa penyidikan didukung oleh metode scientific crime investigation, termasuk uji balistik terhadap senjata api yang ditemukan.
Pihaknya masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan apakah senjata itu buatan pabrikan atau rakitan lokal.
“Kami juga menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual di balik kasus ini. Sampai saat ini sudah ada 23 orang saksi yang diperiksa, termasuk saksi dari Australia yang telah kembali ke negaranya untuk proses pemakaman korban,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, insiden penembakan ini menyebabkan satu korban jiwa, yakni Zivan Radmanovic, 32, seorang warga Australia.
Ia tewas dalam kejadian tersebut tepat sehari sebelum perayaan ulang tahun istrinya, Jazmyn, yang ke-30 tahun.
Pasangan ini tiba di Bali pada Kamis (12/6/2025). Mereka menginap di vila yang dikontrak oleh saudara Jazmyn, Daniela, 27, bersama suaminya, Sanar Ghanim, 35.
Perayaan ulang tahun Jazmyn berubah menjadi tragedi saat suaminya tewas akibat aksi brutal yang terjadi pada Sabtu dini hari. Hingga kini, Jazmyn masih menjalani pemulihan psikologis akibat trauma. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya